Dikatakan, dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya luka lain atau memar di tubuh korban.
Untuk memastikan apakah korban mengalami laka lantas, atau korban dari tabrak lari, kata Aris, hal itu juga tidak bisa dibuktikan karena tidak ada bukti yang ditemukan di TKP.
“Kami juga sempat mencari apakah ada kendaraan di sekitar lokasi kejadian, tetapi tidak ada. Kemudian kami juga mencari alat alat tumpul jika seandainya kita curigai ada penganiayaan juga tidak ada,” katanya.
Dan dari hasil visum yang dilakukan dokter RSUD Ir Soekarno, menurutnya, juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau benturan.
“Dokter menyimpulkan bahwa ini adalah darah yang keluar melalui mulut, dan bisa saja masuk ke paru paru sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” terangnya.
“Kemudian dari keterangan dokter juga korban memiliki riwayat penyakit (Epilepsi) atau gangguan pada sistem saraf di otak. Hal ini menyebabkan penderitanya mengalami kejang-kejang pada seluruh tubuh,” tambah Aris.
