“Untuk sekolah di bawah Pemda sekitar 2000 lebih, sisanya itu swasta dan sekolah dibawah Kementrian Agama,” ungkapnya.
Untuk jenis makanan, lanjut dia, berdasarkan penjelasan Badan Gizi Nasional akan disediakan secara variatif.
“Bisa saja hari ini telur, besok ikan, besoknya lagi ayam seperti itu, sehingga siswa tidak bosan,” katanya.
Ditanya berapa kebutuhan anggaran, Syafruddin mengaku tidak tahu, karena program ini melekat langsung di Badan Gizi Nasional.
“Tapi kami dari Pemda sendiri sudah mencadangkan anggaran sekitar Rp 15 Miliar, Tapi, itu cuma dana cadangan, jadi kita masih menunggu petunjuk teknis, nah di situ baru kita mengikuti. Misalnya kita sering bahwa oh ini sekian, dalam arti kita punya kemampuan sekian untuk menganggarkan. Jadi begitu,” pungkas Syafruddin.
Pewarta : M. Rifai Editor : Erwin Egga
