TERNATE – Pasca pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota beberapa waktu lalu, Pemkot Ternate harus segera menyampaikan RPJMD yang merupakan bagian dari dokumen perencanaan untuk mengakomodir visi misi yang disampaikan saat kampanye beberapa waktu lalu.
DPRD mengingatkan masalah perkotaan jadi fokus utama dalam dokumen perencanaan yang bakal disusun nantinya, sebab ada 14 program prioritas pada Ternate Andalan jilid I bertambah dijilid II menjadi 18 program prioritas.
Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate Junaidi A. Bachrudin mengatakan, saat ini sudah ada rancangan teknokratik RPJMD 2025-2030, Rantek yang ada merupakan penjabaran dari RPJMD tahap pertama, tinggal dikomparasikan dengan visi-misi Ternate Andalan jilid II.
“Karena visi misi ini juga tidak mengalami banyak perubahan sebab visinya masih sama, tinggal dilakukan penyesuaian terhadap beberapa misi dan program prioritas dari semulanya 14 saat ini jadi 18 program prioritas,” katanya, pada Minggu (23/2/2025).
Menurut Junaidi, 14 program Ternate Andalan jilid I sebagiannya target sudah tercapai, sehingga tidak semua 14 program prioritas tersebut terbawa di Ternate Andalan jilid II.
“Jadi tinggal dikaji mana saja program yang di prioriraskan pada tahun pertama 2026,” ungkapnya.
Dia menyebut, permasalahan perkotaan masih jadi fokus Pemkot kedepan, salah satunya penurunan angka pengangguran dan tingkat kemiskinan. Sehingga yang harus digenjot Pemkot kedepan adalah menambah lapangan kerja baru serta penguatan UMKM.
Lanjutdia, dalam RPJMD nanti juga akan dilakukan penguatan salah satu misi Pemkot Ternate sesuai visi misi Tauhid-Nasri yakni Infrastruktur Ekonomi berupa penataan segmen Selatan dan Utara.
“Kalau infrastrukturnya sudah tersedia maka tinggal dikembangkan Pemerintah pada Ternate Andalan jilid II, karena salah satu misi sesuai dengan kondisi kekinian,” terangnya.
Junaidi menegaskan, RPJMD nantinya tetap harus disingkronkan dengan RPJPD yang telah disahkan beberapa waktu lalu. Karena RPJPD yang disusun itu menyesuaikan dengan arahan kebijakan yang dituangkan dalam dari RPJPNN, kemudian RPJPD Provinsi, kemudian RTRW dan dokumen lainnya.
“Tinggal dilihar mana yang jadi prioritas pembangunan pada tahun tertentu yang dipandang urgen oleh pemerintah, misalkan penanganan sampah,” tandasnya.
Meski begitu kata dia, DPRD masih tetap menunggu Pemkot untuk berkoordinasi terkait rancangan awal RPJMD kemudian dikembalikan ke Pemkot untuk disusun rancangan akhir RPJMD untuk disampaikan dalam bentuk Ranperda RPJMD.*
Editor : Hasim Ilyas

