WEDA – Pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) di Weda Kabupaten Halmahera Tengah, yang didanai menggunakan anggaran Multi Years yang dibangun sejak tahun 2019, hingga kini progres pembangunannya baru sebatas timbunan.
Proyek yang dikerjakan PT Hapsari Nusantara Gemilang dengan nilai kontrak Rp 79,6 miliar itu, dimulai sejak 26 Juni 2019, namun hingga November 2020 progres pekerjaannya tidak sesuai harapan. Padahal Anggaran yang telah dicairkan telah mencapai Rp 12 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Halmahera Tengah Arief Jalaludin mengaku, progres pekerjaan pembangunan GOR Fogogoru Halteng hingga akhir tahun 2020 masih dibawah rata-rata.
“Kami selaku pengelola kegiatan sudah memberikan SCM 1 atau sudah menggelar rapat pembuktian keterlambatan 1 artinya kami menyampaikan kepada kontraktor bahwa seharusnya progres pekerjaan sudah harus sekian persen, tapi yang dicapai belum sampai disitu itu maksudnya SCM 1,” jelas Arif.
Menurut Arief, pihaknya sudah menyampaikan ke pelaksana proyek agar profesional dalam pekerjaannya.
“Soal yang satu ini saya sedikit keras, kita ingin proyek itu selesai tepat waktu pada 2021. Sebab, jika tidak maka daerah dan masyarakat dirugikan, tapi kalau dengan kondisi progres yang ada saat, target itu bakal tidak tercapai,” ujarnya
Arief mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bakal memberikan SCM 2 atau rapat pembuktian keterlambatan 2. Karena sesuai aturan main harus diblacklist. Jika itu terjadi maka daerah dirugikan karena proyek itu harus tender ulang,” ujarnya. (udy)

