PSSI Malut Gelar Kompetisi Piala Presiden

Pembukaan Piala Presiden Zona Maluku Utara
Pembukaan Piala Presiden Zona Maluku Utara

TERNATE – Ribuan anak usia dini di Maluku Utara yang tergabung dalam Sekolah Sepak Bola (SSB) saat antusias mengikutiFestival Sepak Bola Usia Dini Piala Presiden RI tingkat Provinsi Maluku Utara yang digelar PSSI Maluku Utara.

Pertandingan usia dini yang dipusatkan di Lapangan Tomagoba, Kota Tidore Kepulauan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Malur Sarbin Sehe yang dihadiri Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, pada Kamis (18/6/2026).

Sekretaris PSSI Maluku Utara Aldhy Ali mengatakan. Kegiatan ini adalah program dari Presiden Republik Indonesia yang di jalankan oleh PSSI, dan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sepanjang bulan Mei hingga Juni, pada kelompok usia 10 dan 12 tahun. Dan untuk zona Maluku Utara sendiri kata dia, PSSI Malut menunjuk Askot PSSI Kota Tidore Kepulauan sebagai pelaksana festival Piala Presiden ini yang nantinya akan mempertandingkan kelompok umur U-10 dan U-12.

“Turnamen yang diikuti 60 SSB di Maluku Utara dengan jumlah pemain mencapai 1.00 orang ini bertujuan untuk menjaring bibit-bibit pemain sepak bola berbakat sejak usia dini,” katanya.

Menurutnya, dari festival ini nanti ada dua tim terbaik di masing-masing kategoriakan mewakili Maluku Utara ke tingkat nasional untuk bertarung dengan perwakilan 38 Provinsi lainnya pada putaran nasional di joga pada bulan juli nanti, di Yogyakarta.

“Kami dari PSSI Maluku Utara berharap perhatian penuh pemerintah provinsi Maluku Utara untuk dapat mensupport pelaksanaan kegiatan ini, dan bahkan juga mensupport perwakilan Maluku Utara di putaran nasional yang akan di laksanakan di Yogyakarta pada bulan juli nanti,” pintanya.

Dikesempatan tersebut, Aldhy menyampaikan, atas nama PSSI Maluku Utara pihaknya mengpresiasi PSSI Kota Tidore Kepulauan yang dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemkot Tidore sehingga pelaksanaan kegiatan Piala Presiden dapat terselenggara dengan baik.

Aldhy juga berpesan, kepada para orang untuk terus mensuport anak mereka baik di sekolah maupun disaat bermain bola.

“Karena disini mungkin ada juga calon pemain timnas sepak bola Indonesia yang nilai matematikanya mungkin tidak maksimal, sekiranya anak bapak dan ibu ini lulus menjadi yang terbaik di sekolah
maka hebatlah dia. Namun jika tidak maksimal di sekolah mohon jangan merampas rasa percaya diri pada bidang sepak bola yang mereka tekuni dan sukai,” tandasnya.*
Editor : Hasim Ilyas