“Kami harapkan seluruh penghuni kos-kosan, pemilik toko, mohon dijaga kelestarian lingkungannya apalagi daerah tepi pantai. Sayang banyak orang mandi-mandi pantai, pancing ikan, tapi disekitarnya banyak sampah yang itu membuat pemandangan dan suasana menjadi tidak menyenangkan,” tandas Richad penuh harap.
Richad juga berharap kegiatan bersih pantai ini bisa membuat kesadaran masyarakat dan penghuni kos-kosan bisa menjaga pantai tetap bersih terutama dari sampah-sampah yang susah terurai dan hal itu bisa menjadi kebiasaan bagi masyarakat. “Sehingga keindahan pantai desa Woebulen, bisa tetap terjaga,” ungkapnya.
Kepsek SMKN 2 Halteng Asdar, mengatakan, tanggal 5 Juni ini dunia merayakan hari lingkungan hidup. Dan semua yang hadir disini turut andil dalam momen itu. “Jadi kita diminta untuk menyadarkan diri kita akan bahaya sampah. Dan memang kita yang ada di Lelilef ini tidak boleh mengabaikan begitu saja. Sebab sampah harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” jelasnya.
Dikatakannya, keberadaan perusahan tambang di Lelilef ini dengan sendirinya ribuan ribu manusia berdatangan sehingga berdampak pada lingkungan. Salah satunya adalah sampah khusunya sampah plastik. “Kalau tidak ada kesadaran dari kita selaku masyarakat atas bahaya sampah, maka kampung kita akan tertimbun dengan sampah,” tegasnya.
Dia mengajak kepada seluruh masyarakat terutama para siswa SMKN 2 Halteng agar membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Mari kita budayakan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. (udy/**)
