Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Puluhan Rumah di Halut Rusak Akibat Gempa Bumi - FajarMalut.com

Puluhan Rumah di Halut Rusak Akibat Gempa Bumi

Rumah warga rusak akibat gempa

TOBELO – Sebanyak 77 unit rumah milik masyarakat di sejumlah desa di dua kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengalami rusak berat maupun ringan yang diakibatkan gempa bumi Magnitudo 5.2 pada Senin (18/04/2022). 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Halut, Abner Manery menyebutkan,  hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki parameter update dengan magnitudo 5,0. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,97° LU ; 127,83° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Galela Utara pada kedalaman 116 km.

Dijelaskannya, setelah mendapatkan informasi adanya gempa tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Halut kemudian melakukan pendataan di titik bencana. Untuk lokasi gempa terletak di dua Kecamatan diantaranya Kecamatan Galela Barat dengan titik kerusakan rumah yakni di desa Ngidiho dan Desa Dokulamo. 

Sementara di Kecamatan Galela yakni di desa Towara, desa Barataku dan desa Simau. “Untuk gempa bumi ini tidak menyebabkan korban jiwa, meski terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan ringan maupun berat,” jelasnya, Senin (18/04). 

Diketahui untuk kerusakan rumah berdasarkan data yang diperoleh Fajar Malut diantaranya desa Dokolamo 15 unit rumah rusak berat, desa Barataku 12 unit rumah rusak berat, 21 rusak ringan sebanyak 34 KK (156 jiwa). Begitupun di desa Ngidiho sebanyak 25 rumah rusak berat, desa Simau 4 rumah rusak berat dan 1 unit tempat ibadah desa Ngidiho rusak berat. 

“Untuk total kerugian belum dapat ditafsir pasalnya kami masih melakukan pendataan, namun untuk kebutuhan mendesak di sejumlah desa tersebut disediakan yakni tempat tinggal sementara,” terangnya. (fer)

Berita Terkait