TERNATE- Satgas pengangkut sampah dengan menggunakan roda tiga, mengeluhkan honor mereka yang sudah tiga bulan belum terbayar. Untuk menyampaikan keluhannya pada Senin (27/2/2023) kemarin puluhan satgas sampah mengelar aksi mogok, dengan mendatangi Kantor Camat Ternate Selatan membawa kendaraan roda tiga untuk menuntut haknya yang tak kunjung dibayar.
“Kami ini sudah tiga bulan sejak Desember 2022 sampai Februari honor kami belum dibayar, padahal kami sudah kerja tiap hari angkut sampah bawa ke trans depo,” ungkap salah satu satgas sampah Ternate Selatan kemarin.
Dia menyebut, dalam sebulan Pemkot menjanjikan honornya Rp.1.500.000, namun sudah bekerja tiga bulan haknya tak kunjung dibayar.
“Kalau sampai tidak segera dibayar kami akan boikot pengangkutan sampah, karena sudah bekerja tapi belum juga dibayar. Kami minta segera bayar hak kami,” pintanya.
Terpisah Camat Ternate Selatan Anang Iriyanto dikonfirmasi mengatakan, keterlambatan pembayaran insentif petugas pengangkut sampah atau driver kendaraan roda tiga itu karena pihaknya masih menunggu SK, saat ini SK sudah terbit sehingga tinggal dilakukan permintaan pencairan ke BPKAD.
“Tinggal kami buat permintaan di Keuangan, saya sudah sampaikan di lurah untuk mereka bersabar dulu, karena dalam waktu dekat ini sudah cair. Terlambat itu karena kami kan menunggu SK itu, SK so ada tinggal besok (hari ini) kami buat permintaan di keuangan untuk pencairan,” katanya, pada Senin (27/2/2023) kemarin.
Dikatakannya, SK yang baru dikeluarkan Bagian Hukum sudah diterima, awalnya lanjut dia, untuk Kecamatan Ternate Selatan satgasnya baru terbentuk di Kelurahan Bastiong Karance dan Bastiong Talangame namun setelah ada penambahan roda tiga di 2022 lalu maka ada juga penambahan satgas pada sejumlah kelurahan diluar lima kelurahan yakni Tobona, Ngade, Fitu, Sasa dan Gambesi. Dengan jumlah satgas tiap kelurahan sebanyak 4 orang.
“Jadi kelurahan yang minus itu mereka dapat kaisar (roda tiga) di tahun 2022 kemarin, karena mereka baru jadi torang harus buat SK baru, sehingga nama mereka termuat disitu baru kami bisa usulkan proses permintaan pencairan, jadi agak sedikit terlambat, hal ini juga sama dengan di Ternate Tengah,” jelasnya.
Dia mengatakan, untuk satgas yang lama seperti Talangame dan Karance i honornya dibayar tiap bulan. Tapi karena ada penambahan satgas baru sehingga harus dibuat SK baru secara kolektif.
“SK mereka kami buat bersamaan dengan SK dari Talangame dan Karance. Cuman kalau Januari kemarin Talangame dan Karance sudah terbayar, tapi yang baru ini belum. Saya sudah bilang di lurah untuk sabar, karena ini uang Pemda jadi harus ikut mekanisme, sebelumnya Karance dan Talangame saja pada 2021 itu terlambat sampai 7 bulan, dan dibayar di tahun 2022, mereka bahkan terus datang kamari kalau diangkat ini yang ini terlambat baru 2 bulan,” ucapnya.
Dia menyebut, jumlah satgas secara kelurahan di Ternate Selatan yang baru dibentuk sebanyak 42 orang. Yang dipastikan hari ini sudah diajukan permintaan ke BPKAD untuk cair, keterlambatan yang sama kata dia, juga terjadi kecamatan lain seperti Ternate Tengah. Sementara untuk honor Satgas dibulan Desember nantinya akan dianggarkan pada APBD-Perubahan baru dibayar, karena tidak ada alokasi anggaran ditahun ini.
“Sementara Desember nanti masuk anggaran perubahan karena anggaran tidak ada di tahun ini. Mereka sudah kerja sejak di Desember akhir jadi kami masih perjuangkan hak mereka di Desember,” tegasnya.(cim)

