TERNATE – Puluhan warga di Kelurahan Tobololo, Kecamatan Ternate Barat dilarikan ke rumah sakit yang ada di Kota Ternate, hal ini lantaran para warga ini diduga keracunan makanan usai pulang menghadiri salah satu acara perayaan ulang tahun di kelurahan tersebut pada Sabtu akhir pekan kemarin.
Warga yang keracunan dievakuasi pihak kecamatan dibantu petugas puskesmas Sulamadaha, ke tiga rumah sakit yakni RSUD Chasan Boesorie, Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Islam Ternate.
Camat Ternate Barat Hamid Muhammad dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya sampai Minggu (19/2/2023) tadi malam masih memantau warga di Tobololo yang belum terdeteksi, meski begitu sebagian warga yang terkena dampak itu sudah dievakuasi dan secara mandiri langsung ke rumah sakit untuk mendapat pelayanan medis.
“Kalau yang dirumah sakit TNI sebanyak 17 orang, rumah sakit Dharma Ibu sebanyak 18 orang dan RSUD Chasan Boesorie sebanyak 18 orang, jumlaj itu diluar dari warga yang sendiri langsung menuju rumah sakit yang itu kami tidak tahu datanya,” katanya, kepada Fajar Malut pada Minggu kemarin.
Untuk itu saat ini pihaknya bersama petugas Puskesmas Sulamadaha masih fokus melakukan penyelematan pada warga yang terkena dampak. “Tadi setelah dirumah sakit ada warga yang sudah diijinkan pulang ke rumah, mereka itu berkisar 6 orang dari rumah sakit Dharma Ibu, mereka ini semua berasal dari Kelurahan Tobololo,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, warga yang diduga keracunan ini sesuai informasi warga bahwa setelah mereka menghadiri hajatan ulang tahun, dimana dilokasi hajatan itu dibagikan makanan berupa nasi kuning, bahkan terkait hal ini dari pihak berwajib sudah meminta keterangan warga.
“Jadi mulai dari jam 9 pagi saya hanya berupaya untuk melakukan penyelamatan terhadap warga yang terkena dampak dan sebagian masih menjalani rawat inap,” jelasnya.
Dia menyebut, warga yang keracunan ini sebagian besar anak-anak termasuk juga orang tuanya. “Yang makan nasi kuning dapat semua,” sebutnya.
Gejala setelah mengkonsumsi nasi kuning itu kata Camat, warga menderita diare, mual, panas tinggi dan sakit perut. “Awalnya kami bersama puskesmas sulamadaha melakukan penanganan cepat namun tidak bisa sehingga kami langsung rujuk ke rumah sakit menggunakan mobil saya dan ambulance milik puskesmas ketiga rumah tersebut,” tegasnya.(cim)

