“Kalau kita tidak membuat rapat kerja, masalah-masalah seperti itu tidak bisa kita evaluasi. Persoalan kekurangan dokter, obat-obatan, kepegawaian, dan lainnya kadang tidak sampai kepada kita jika tidak ada rapat koordinasi,” katanya.
Ia menegaskan, rapat yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terarah antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan seluruh Puskesmas.
Menurutnya, berbagai persoalan kemungkinan baru akan teridentifikasi secara bertahap seiring pelaksanaan rapat koordinasi berikutnya.
Meski demikian, dalam rapat perdana tersebut belum ada persoalan khusus dari Puskesmas yang disampaikan untuk dibahas lebih lanjut.
Pemkab Pulau Morotai berharap pelaksanaan rapat rutin ini tidak sekadar menjadi agenda koordinasi, tetapi juga mampu mendorong penyelesaian persoalan di lapangan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal. (fay)