Rallia Ikram Sangaji Dikukuhkan Sebagai Bunda Paud Halteng

Foto bersama Faoniah Djauhar Kasuba dan Rallia Ikram Sangadji

WEDA – Rallia Ikram Sangaji dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) oleh Bunda PAUD Maluku Utara (Malut) Hj. Faoniah Djauhar Kasuba yang berlangsung di aula Salahuddin Bin Talabuddin, Kamis (26/1/2023) sore.

Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten Halteng tersebut dengan mengusung tema memperkokoh sinergitas menuju PAUD berkualitas.

Turut hadir Forkopimda Halteng, Sekretaris Daerah Yanto M. Asri, S.Pd, Ketua IIAD Halteng, Ketua Persit dan Ketua Bhayangkari Halteng, Ketua DWP Halteng, Asisten dan Staf Ahli serta para pimpinan OPD dilingkup Pemda Halteng.

Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Malut Hj. Faoniah Djauhar Kasuba, S.Pdi secara resmi mengukuhkan Rallia Ikram M. Sangadji, S.Pd.,M.Pd sebagai Bunda PAUD Kabupaten Halmahera Tengah periode 2023-2024.

Bunda PAUD Provinsi Malut Hj. Faoniah Djauhar dalam sambutannya berharap agar segenap mitra TP PKK, Dharma Wanita, Himpaudi dan para Bunda PAUD dapat bersinergi dan aktif memposisikan diri sebagai motivator untuk memajukan PAUD di wilayah masing-masing. 

“Mari kita rumuskan dan mari kita bangun sistem koordinasi serta komunikasi aktif antara satu dengan yang lainnya, agar dapat bersinergi dan benar-benar terintegrasi demi kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Halmahera Tengah,” ucap Hj. Faoniah Djauhar.

Apresiasi juga disampaikan oleh Bunda Paud Halteng Ny. Rallia Ikram Sangadji kepada Bunda PAUD periode 2017-2022 Ny. Amria Edi Langkara atas dedikasi dan kerjasama dengan instansi terkait serta organisasi mitra IGTKI dan HIMPAUDI sehingga PAUD Halteng maju sejahtera berlandaskan Falsafah Fagogoru.

“Saya tidak berjanji, tetapi saya akan melanjutkan program-program yang termuat dalam program kerja Bunda PAUD,” terang Ketua TP PKK Ny. Rallia Ikram Sangadji.

Sementara itu Pj. Bupati Halteng Ir. Ikram M. Sangadji, M.Si juga mengatakan, tujuan dari Pendidikan Anak Usia Dini adalah untuk menyiapkan anak-anak usia dini yang berkualitas menuju pendidikan lanjut sekolah dasar. 

“Jadi tidak sebatas pada kontinuitas akan tetapi membangun kualitas anak-anak usia dini secara mental sehingga mampu berinteraksi dengan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, laporan Kepala Dinas Pendidikan yang disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Daud Arief S.Pd menyebutkan, jumlah PAUD sebanyak 61 dari 63 desa diantaranya 34 TK Negeri, 27 swasta dan 5 sekolah penggerak yang tersebar di 10 kecamatan. (udy)