Rampung, PT. Antam Mulai Operasikan Geotube

Geotube

MABA – Proses penangan sedimentasi laut di kawasan lingkar tambang dengan menggunakan alat Geotube oleh PT. Aneka Tambang (Antam) kini mulai dioperasikan. Dimana alat tersebut berfungsi untuk menyedot sedimentasi di bibir pantai sepanjang area pertambangan yang ada di site Mornopo.

General Manager PT. Antam Tbk. Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara  Ery Budiman mengatakan, dari progresnya, teknologi ini dapat meminimalisir terjadinya sedimentasi dari atas ke laut. Lanjut dia, pekerjaan penataan kantong-kantong Geotube saat ini telah rampung.

“Untuk persiapan peralatan project, mobilisasi alat ke tempat pengisian sedimen dan persiapan area project serta Instalasi peralatan project telah rampung 100%, selain itu proses produksi (tes run dan pumping sedimen pengisian Geotube telah capai 17%,” katanya, sembari memastikan sedimentasi di site mornopo bisa dapat teratasi, Rabu (9/3/2022) di Maba.

Ia juga mengklaim bahwa langkah tersebut adalah bagian dari kerja nyata PT Antam yang mana setiap melakukan penambangan tidak akan merusak hutan dan pencemaran lingkungan yang berdampak pada kehidupan biota maupun manusia sekitar tambang.

Ery Budi juga Ia berharap perbaikan tersebut akan terus dilakukan agar lingkungan di sekitar site Mornopo dapat berjalan seperti semula, dan agenda kerja PT. Antam Tbk. UBPN Maluku Utara akan terus meningkatkan perekonomian negara dan Halmahera Timur.

Untuk diketahui wilayah tambang oleh PT Antam di site Mornopo sebelumnya mengalami dampak pencemaran  lingkungan yang cukup besar.

Dimana, ada sedimentasi dari darat turun ke laut dan mengancam biota laut bahkan berpengaruh pada mata pencaharian para nelayan sekitarnya.
Warga lingkar tambang juga sempat melakukan aksi protes terhadap kinerja perusahaan BUMN itu dan meminta untuk menghentikan sementara operasi penambangan, namun menanggapi aksi warga setempat, PT Antam mengadakan alat penyedot yang dinamakan Geotube untuk mengatasi pencemaran tersebut. (hmi)