TERNATE – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ternate, dr. Muhammad Assagaf menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan rapid test (RDT) sebanyak 152 orang, hasilnya dapat 26 orang reaktif.
Dijelaskan, 26 orang yang reaktif saat rapid test tersebar di beberapa Kecamatan. Kata dia, 26 orang yang reaktif tersebut memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang sebelumnya positif Covid-19 di Kelurahan yang bersangkutan tinggal.
Untuk pasien yang sebagian besar melakukan rapid test pertama itu berjumlah 24 orang, sedangkan yang 2 reaktif itu di rapid test kedua.
Ia merinci, dari 26 orang yang reaktif rapid test tersebut, 17 orang beralamat di Kelurahan Akehuda, kemudian 1 orang di Kelurahan Dufa-Dufa dan 2 orang dari Kelurahan Toboleu. “Itu di Kecamatan Ternate Utara,” ucapnya.
Sementara di Kecamatan Ternate Selatan, 1 orang dari Kelurahan Tanah Tinggi, 4 orang dari Kelurahan Jati dan 1 orang dari Kelurahan Kalumata. “Untuk Kecamatan Ternate tengah tidak ada,” jelasnya.
Ke 26 orang yang reaktif saat rapid test langsung diberikan edukasi, juga dianjurkan untuk isolasi mandiri di Hotel Dragon. “Insya Allah pasien reaktif kita fokuskan di Hotel Dragon, tapi untuk sekitaran sini, untuk 1 sampai 4 masih bisa di Dragon Hotel. Diluar dari Akehuda masih bisa dirawat atau di tampung di Dragon,” jelasnya.
Dikatakan, rapid test akan terus dilakukan di Kantor Dinas Kesehatan Kota Ternate sampai Sabtu (30/5), setelah itu hasil rapid test akan dikembalikan ke Laboratorium Kesehatan Daerah. dr. Muhammad Assagaf menghimbau agar masyarakat Ternate tetap waspada, berhati-hati dengan tingkat transmisi local.Ia meyakini transmisi local masih akan terus bertambah. “Kalau memang new-normal itu jalan, kita harus tingkatkan imun tubuh 2 kali lipat, karena kita bertemu dengan kawan yang kita belum tahu, jadi memang yang dibilang hard-imunity ini yang siapa kuat dia bisa bertahan,” ungkapnya. (nas)

