TERNATE – Kepolisian Resor (Polres) Ternate kerahkan ratusan personil melakukan pengamanan terhadap massa aksi dari aliansi Unkhair Bergerak di depan kantor Walikota Ternate, pada Selasa (04/04/23) pukul 15.00 WIT.
Aksi demonstran yang dilakukan gabungan mahasiswa di setiap fakultas Universitas Khairun itu dengan membawa tuntutan cabut undang-undang cipta kerja.
Salah satu massa aksi dalam orasinya menegaskan bahwa undang-undang cipta kerja yang disahkan oleh pemerintah pusat melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI merupakan langkah yang tidak bijak.
Sebab, berdasarkan kajian yang dilakukan bahwa terdapat beberapa pasal di dalam undang-undang cipta kerja tidak sesuai dengan cita-cita bangsa yakni kesejahteraan masyarakat seluruh Indonesia pada umumnya, Maluku Utara (Malut) khususnya.
Kepala Operasional (Kabag Ops) Polres Ternate, AKP Henri Alfredo Korwa melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) IPTU Wahyuddin saat dikonfirmasi menjelaskan, ratusan personil yang dikerahkan ke lapangan untuk melakukan pengamanan kepada massa aksi sudah menjadi tugas dan fungsi untuk menjaga kantor pemerintahan.
Terutama, Kantor Wali Kota yang menjadi sasaran massa aksi dalam menyampaikan tuntutan. “Anggota sebanyak 150 personil, pengamanan itu agar masa tidak melakukan pemboikotan ataupun tindakan lainnya,” katanya.

