TERNATE – Dinas Perhubungan membutuhkan tambahan 1 unit mobil crane dan puluhan alat digital parkir di tahun 2026 mendatang, hal ini terungkap dalam rapat pembahasan KUA PPAS APBD tahun 2026 antara Dinas Perhubungan Kota Ternate dengan DPRD, pada Senin (4/8/2025).
Ketua Komisi I DPRD Kota Ternate Muzakir Gamgulu mengatakan, rapat yang dilakukan dengan Dinas Perhubungan tersebut, untuk memastikan program dan kegiatan yang tertuang dalam KUA PPAS 2026. Hal ini bertujuan agar kebutuhan masyarakat dapat terakomodir.
“Jadi kita bahas program dan kegiatan dalam KUA PPAS 2026 yang ada di Dinas Perhubungan,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate Mochtar mengatakan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD, dimana komisi I mengkroscek item kegiatan yang diajukan pada tahun anggaran 2026.
Dimana kata dia, pihaknya dalam RDP itu menginformasikan apa yang diajukan Dinas Perhubungan pada tahun 2026, apalagi Dinas Perhubungan disebut sebagai salah satu OPD layanan sehingga ditahun depan pihaknya mengalokasikan anggaran untuk penerangan jalan umum (PJU).
“Karena targetnya dalam 5 tahun kedepan itu dapat terealisasi di 3.800 titik, kalau di tahun ini sudah terealisasi sebanyak 251 titik, minimal tahun depan juga bisa tercapai 300 sampai 500 titik PJU,” katanya.
Selain PJU kata Mochtar, ada sejumlah usulan yang disampaikan melalui musrenbang juga telah disampaikan ke DPRD, dimana kata dia, warga meminta untuk penambahan guadrail jalan (pembatas jalan) untuk meminimalisir tingkat kecelakaan.
Dia menyebut, tahun depan juga pihaknya akan melakukan renovasi pelabuhan di Moti, Batang Dua, Kota Baru dan Dufa-dufa, pihaknya juga mengajukan penambahan mobil crane.
“Kami juga mengajukan penambahan 1 unit mobil crane, karena mobil yang ada sekarang sudah cukup lama sehingga kami ajukan tambahan 1 unit di tahun depan,” ungkapnya.
Dikatakannya, penambahan 1 unit crane ini untuk menunjang kendaraan yang dimiliki saat ini, mengingat dengan hanya 1 unjt saat ini membuat pihaknya tidak bisa mengakomodir semua kecamatan yang ada.
Dinas Perhubungan juga ditahun depan mengajukan penambahan alat digital parkir, karena dari uji coba 30 unit alat digital saat ini hasilnya 100 juta lebih dalam sebulan yang disetorkan ke kas daerah, berbeda dengan penggunaan buku secara manual.
“Jadi sudah dimasukan ke DIM untuk penambahan peralatan digital parkir, kalau ada penambahan 60 sampai 70 maka akan sudah bisa mencover titik yang belum menggunakan digital parkir,” tandasnya.
Pihaknya sendiri membutuhkan 50 sampai 70 alat digital parkir, jika itu terakomodir maka alat ini nantinya bisa mencover kawasan parkir tepi jalan umum dan parkir khusus baik dufa-dufa, pasar gamalama, percontohan, bastiong dan pelabuhan semut.*
Editor : Hasim Ilyas

