DARUBA – Issu masuknya tiga Ritel Moderen, AlfaMidi, Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Pulau Morotai, menuai reaksi dikalangan masyarakat.
Ada sejumlah pihak dengan tegas meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai menolak tiga ritel tersebut.
Bahkan, pada Senin (13/2/2023) pagi, ada sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Pemuda Morotai (Germuda) Maluku Utara, menggelar aksi unjuk asa menolak tiga ritel tersebut didepan Kantor Bupati Pulau Morotai.
“Kami minta Pemkab Morotai tidak menerima tiga riteil moderen masuk di Morotai,” tegas Aswan Kharie salah satu orator.
Aswan bilang, Pj Bupati Pulau Morotai, harusnya mampu memberikan inovasi kreatif untuk menumbuh kembangkan sentral ekonomi di Pulau Morotai yang sudah dibangun oleh pemerintah sebelumnya.
“Kenapa, saya tahu betul di massa Benny Laos-Asrun Padoma menolak soal adanya tiga riteil moderen ini untuk masuk Morotai,” katanya. Semestinya, lanjut Aswan, Pemkab berfikir untuk menumbuh kembangkan perekonomian di Pulau Morotai, yang saat ini mulai melemah.
“Pemkab harusnya menyukseskan sentral ekonomi di 88 desa di Pulau Morotai melalui BUMDes dan CBD, yang gedungnya sudah dibangun saat ini, bukan dengan tiga Ritel Moderen itu,” kesal Aswan.
Sementara, Haikal Samlan, orator lainnya mengatakan mengingat perjuangan rakyat Morotai dalam mekarkan menjadi kabupaten baru dengan misi adalah untuk memperpendek rentan kendali pelayanan publik, mempermudah ekonomi rakyat, dan memperdayakan rakyat Morotai sebagaimana mestinya.
“Tiga misi ini menjadi misi pemekaran saat itu, tapi saat ini, misi tersebut malah menjadi mala petaka di massa kepemimpinan mantan Bupati Benny Laos, dan juga sampai munculnya Penjabat Bupati Pulau Morotai,” cetus Haikal.
Menurut Haikal, kedatangan ketiga ritel moderen di Pulau Morotai merupakan misi untuk melumpuhkan, dan bahkan membunu pedangan lokal di Morotai.
“Torang pe orang tua-tua yang jadi pedagang lokal di Morotai akan mati secara berlahan-lahan,” katanya.
Hari ini saja, menurut Haikal, kondisi ekonomi di Morotai, dimana saya beli masyarakat menurun drastis. Hal ini yang harusnya dicarikan solusi, bukan malah menambah masalah baru.
“Loh ko hari ini kita datangkan Tiga Riteil Moderen di Morotai, ini bukan solusi yang baik, tapi ini bisa membunuh usaha para pedagang lokal di Morotai,” pungkas Haikal. (fay)

