Rencana Plaza Gamalama Ternate Jadi Rumah Sakit

Plaza Gamalama
Plaza Gamalama

TERNATE – Sampai kini belum ada investor yang tertarik untuk mengelola Plaza Gamalama Moderen yang dibangun dengan anggaran yang bersumber dari APBD dengan sistem multi years mencapai puluhan miliar tersebut, bahkan Pemkot Ternate telah  berupaya untuk mempromosikan melalui Kementrian Investasi juga menemui jalan buntu.

Agar Plaza Gamalama ini dapat segera difungsikan, maka Pemkot Ternate berencana gedung tersebut difungsikan sebagai rumah sakit daerah (RSD) Kota Ternate, wacana ini mencuat saat rapat internal Pemkot Ternate.

Kepala BPKAD Kota Abdullah H. M. Saleh menyebutkan, berdasarkan skema hasil rapat yang dilakukan dimana sesuai dengan hasil penilaian dari tim appraisal menyebutkan pendapatan yang didapat sebesar Rp6,8 m iliar dalam setahun.

“Namun sampai saat ini belum ada investor yang berminat,” sebutnya, usai rapat pada Selasa (28/3/2023) kemarin.

Bahkan kata dia, staf dari BPKAD dan DPMPTSP sudah melakukan promosi melalui Kementrian Investasi bahkan ke Surabaya namun hingga kini belum ada investor yang tertarik.

Sehingga dalam rapat tersebut menurutnya, ada yang menyarankan agar gedung tersebut di fungsikan sebagai rumah sakit daerah (RSD) Kota Ternate.

“Dalam rapat itu ada saran dari Sekretaris Inspektorat, agar plaza gamalama itu dijadikan RSUD, itu yang berkembang saat rapat,” ungkapnya.

Dia menerangkan, apa yang disarankan itu masih sebatas wacana dalam rapat.

“Tapi itu belum diputuskan, karena nanti akan disampaikan ke pak Wali Kota,” terangnya.

Menurutnya, apapun yang diputuskan nantinya membutuhkan banyak kajian dari berbagai aspek, sebab pendapatan dari plaza gamalama sampai kini belum ada. Sementara berdasarkan pada hasil penilaian tim appraisal itu diketahui pendapatan yang diterima Pemkot Ternate dalam setahun dari pengoperasian Plaza Gamalama bisa mencapai 6.8 miliar.

“Kita mau kalau ada peminat yang berminat ya 10 tahun, supaya bayarnya didepan. Tapi sejauh ini belum ada yang tertarik untuk investasi, jadi tadi hanya sebatas saran,” tegasnya.

Pewarta : Hasim Ilyas
Editor     : Acim