Rizal Sebut Keberhasilan TULUS Diketahui Setelah Lima Tahun

Rizal Marsaoly
Rizal Marsaoly

TERNATE– Ukuran keberhasilan Tauhid-Jasri dalam memimpin Kota Ternate tidak bisa hanya setahun, mestinya ukuran itu baru bisa diketahui setelah lima tahun kepemimpiannya.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly dikonfirmasi mengatakan, memperingati satu tahun kepemimpinan Tauhid-Jasri tersebut Pemkot menggelar pembacaan doa yang direncanakan di masjid , namun kata dia jika dalam setahun ini dinilai belum maksimal bagi karena dia ukuran keberhasilan pemerintahan itu lima tahun sesuai RPJMD dan setiap tahunnya ada keberpihakan APBD untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Meski usia pemerintahan masih seumur jagung tapi justru banyak yang kita lakukan, langkah awalnya seperti revitalisasi manajemen di PDAM dan itu bagian awal memperbaiki manajemen organisasi,” katanya Minggu (24/4/2022) kemarin.

Dikatakan Rizal, langkah untuk penanganan air bersih di Kota Ternate sudah banyak yang dilakukan direktur yang baru, bahkan hutang piutang yang belum sempat terlunasi juga telah selesai ditambah perbaikan beberapa mesin dan jaringan.

“Nanti juga ada penambahan sumur bor baru, ini diharapkan bisa menjadi solusi penyelesaian beberapa titik yang belum terlayani secara maksimal khususnya di dataran tinggi. Insya Allah dimasa pemerintahan tersisa empat tahun ke depan bisa dilakukan itu,” ungkapnya.

Untuk pemasalahan sampah sendiri kata dia, pada 2022 ini ada program penanganan sampah berbasis partisipatif dimana ada alokasi anggaran telah disediakan setiap kelurahan, dan posnya ada di kecamatan untuk pembiayaan tenaga operator armada roda tiga dan mobil L-300 dalam rangka memfasilitasi akses masuk ke lingkungan.

“Jadi untuk mendukung penanganan sampah berbasis partisipatif maka tahun ini juga dibangun tiga trans depot yaitu di Ternate Selatan, Tengah dan Utara yang dibantu oleh tenaga operator yang telah direkrut pada setiap kelurahan dengan biaya yang dibayar setiap bulan sebesar Rp.1.500.000. Jadi sebenarnya program ini siap dijalankan pada tahun ini tinggal menunggu waktu, sehingga bukan berarti di masa pak Tauhid dan pak Jasri tidak action tapi kami hanya menunggu tahapan yang sementara jalan dan jadi solusi penanganan sampah berbasis partisipatif,” jelasnya.

Pihaknya kata Rizal, sangat optimis jika program tersebut jalan akan mengurangi beban sampah di Kota Ternate, karena tahapan pengadaan armada roda tiga dan L-300 ditambah trans depot sementara jalan. Sehingga nanti jika sudah tersedia maka mobil drum truk sekarang itu hanya melakukan pengangkutan sampah dari trans depo ke TPA begitupun sebaliknya.

“Sehingga mobil besar ini tidak masuk lagi ke kelurahan, karena nanti cukup dilayani mobil L-300 dan armada roda tiga, dan siap jalan tahun ini sesuai visi misi bahwa sampah jadi prioritas yang harus segera dituntaskan,” terangnya.

Sementara program warung mama menurut dia, merupakan program penguatan permodalan untuk ibu rumah tangga yang beraktiitas jualan pada setiap kelurahan, dan saat ini sudah di lakukan pendataan dimana dari data tersebut jumlah per kelurahan bervariasi mulai dari 15 sampai 30 per kelurahan.

“Ini juga untuk menjawab permasalahan kehadiran dari retail besar, sehingga kekhawatiran kalau warung di kelurahan akan mati maka program ini sebagai solusinya tinggal di perluas oleh Disperindag dengan bantuan ke pelaku ekonomi kreatif, tapi semangat program warung mama ini untuk menjaga agar warung di setiap kelurahan dapat bertahan, dengan sistem penguatan permodalan tapi dalam bentuk DO untuk nanti pengambilan barangnya langsung ke suplier besar,” katanya.

Bahkan lanjut Rizal, pihaknya sudah melakukan penguatan di OPD serumpun untuk mensukseskan program tersebut, dan tahun ini sudah jalan.

“Ini program luar biasa hanya mungkin belum tersosialisasi baik karena masih dalam proses di OPD,” tandasnya. Sembari menegaskan, semua isu besar yang tertuang dalam RPJMD akan dilakukan pemantauan secara maksimal oleh Bappelitbangda Kota Ternate pada setiap OPD pelaksana program populis dan strategis dari Tauhid-Jasri.

“Jadi kami akan tetap memandu, mendukung, kemudian mengarahkan OPD itu bekerja mengimplementasi program-program strategis dan populis itu tepat sasaran, terarah, terpadu dan tepat sasaran,” tegasnya.(cim)