RSD Ternate Sudah Layani Rawat Inap

RSD Kota Ternate

TERNATE – Rumah sakit daerah milik Pemerintah kota Ternate yang berada di samping Polres Ternate, kini sudah melayani pasien rawat inap, pemberlakukan rawat inap mulai akhir bulan Januari kemarin.

Plt Kepala Rumah Sakit Kota Ternate dr. Muhammad Sagaf mengatakan, untuk pelayanan rumah sakit Kota Ternate terhitung pada 24 Januari kemarin telah dilakukan uji coba untuk rawat inap. “ Alhamdulillah selama satu minggu ini proses rawat inap kita berjalan, sesuai dengan prosedur. Yang didukung dengan operasional yang terakomodir pada 2022 ini,” katanya.

Untuk itu, kata dia, tinggal menunggu tahap lanjutan untuk koordinasi persiapan dokter spesialis, dan pada bulan Februari ini sudah dapat menyiapkan dokter ahli untuk pelayanan di rumah sakit.“ Meski rumah sakit tipe-D, namun kita akan melihat kembali sumber daya kita, yaitu dokter spesialis yang akan kita sesuaikan dengan jadwal,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam sepekan ke depan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi untuk kesiapan dokter ahli. Yang mana kata dia, dengan tipe-D ini pihaknya akan menyiapkan dokter spesialis anak. “ Tapi kita juga akan siapkan spesialis penyakit dalam, kandungan maupun bedah. Jadi upaya selanjutnya itu ada semacam MoU yang akan kita buat dengan rumah sakit untuk memenuhi kriteria yang sudah di advist oleh rekan-rekan waktu melakukan visitasi dari provinsi,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, yang dimiliki Pemkot itu dokter spesialis anak, kandungan, bedah, penyakit dalam, spesialis gigi. Ditambah yang saat ini mengikuti pendidikan itu yakni spesialis gigi dan spesialis jantung.

Meski begitu, kata dia, ada sebagian dokter ini sementara bertugas di RST, RSUD Chasan Boesoirie dan ada yang titipan di luar Ternate. “Mereka ini akan ditarik kembali masuk ke Kota Ternate, karena hanya titipan saja, sebab pada tahun 2020 itu kita belum memiliki sarana rumah sakit,” jelasnya.

Dia menyebutkan, saat ini pelayanan yang dibuka di rumah sakit Ternate itu yakni pelayanan UGD, persalinan, rehab medic, psikolog dan laboratorium. “Kalau SDM yang ada saat ini di tambah PTT sekitar 60 orang, saat ini kita lagi persiapan menyusun anjab (analisis jabatan) untuk diketahui rencana kebutuhan sumber daya,” sebutnya.

Dia menambahkan, saat ini rumah sakit milik Pemkot Ternate ini belum menjalin kerja sama dengan BPJS sehingga warga yang rawat di rumah sakit itu dikenakan biaya perawatan di sesuaikan dengan perda pelayanan. “Insya Allah ke depan kita akan jalin kerja sama dengan BPJS dengan menyiapkan segala sarana prasarana yang sesuai dengan kriteria dari BPJS,” tandasnya.(cim)