“Kalau kita naik mobil satu orang kena biaya Rp25.000. Bahkan jarak tempuh juga tidak begitu jauh karena mengikuti jalur darat,” ucapnya.
Pria berusia 36 tahun itu mengatakan, gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Tjoanda harus bertanggungjawab atas akses jalan yang saat ini terputus.
“Ruas jalan menuju Kecamatan Sulabesi Barat merupakan ruas jalan provinsi. Jangan gubernur hanya eksen di media sosial seperti, facebook, tiktok instagram dan sebagainya. Tapi tindakan nyata nihil,” jelasnya.
Betapa tidak, karena sebelumnya gubernur sendiri yang menyampaikan melalui media sosial bahwa, jika warga temukan akses jalan maupun jembatan yang rusak segera melaporkannya. Bahkan, menyangkut dengan ruas jalan provinsi itu sudah ada sejumlah warga yang mengunggah video yang ditujukan langsung ke gubernur. Akan tetapi hingga sejauh ini belum ada upaya-upaya dari pemerintah provinsi Maluku Utara.
