TIDORE – Warga masyarakat Loleo, Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, mulai merasa resah dengan sikap para sopir yang melakukan aktifitas di pelabuhan Loleo.
Baik itu Sopir yang tergabung dalam Organisasi Kendaraan Angkutan Darat (Organda) Weda (Halteng) maupun sopir yang tergabung dalam Organda Sofifi yang melakukan operasi di pelabuhan Loleo.
Keresahan itu, dikarenakan ulah para sopir yang sering kali berebut penumpang di atas pelabuhan. Baik itu penumpang dari Tidore ke Loleo maupun penumpang dari Ternate ke Loleo.
Bahkan keresahan ini, tidak hanya dialami oleh para warga setempat, melainkan juga dialami oleh penumpang, sehingga membuat mereka merasa sangat tidak nyaman.
“Saking takutnya para penumpang, mereka sampai bilang kalau aksi perebutan penumpang yang ditunjukan para sopir di loleo ini, seolah-olah, seperti singa yang sedang melihat mangsanya,” pungkas Hasim M. Nur, salah satu warga dusun Loleo, dalam pertemuan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Tidore, di ruang tunggu pelabuhan Loleo, Kamis, (13/4/23)
Untuk itu, sebagai warga Loleo, Hasim meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Tidore agar dapat menertibkan para sopir, sehingga untuk memuat penumpang tidak perlu harus rebutan.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore, Daud Muhammad, kemudian menegaskan, pihaknya akan melakukan penertiban kepada para sopir yang ada di Pelabuhan Loleo. Bahkan mereka akan memasang tanda pembatas untuk sopir, sehingga para sopir tidak lagi menjemput dan berebut penumpang di atas pelabuhan.

