TIDORE – Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan bakal kembali menghibur masyarakat Tidore jelang penutupan malam tahun baru 2022. Dengan menghadirkan salah satu band Legendaris Indonesia yakni Slank.
Hal ini diakui, Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim saat ditemui awak media di depan ruang kerjanya, Senin, (5/12/22). Dia mengaku, untuk saat ini, Pemkot Tikep telah berkoordinasi dengan orang dekat Slank untuk memastikan jadwal Slank manggung di Tidore.
Rencananya pada tanggal 28 Desember 2022, itu Slank sudah tiba di Tidore dan akan menginap di penginapan Visal, Kelurahan Gamtufkange.
“Saat ini, saya sudah perintah SKPD terkait untuk melakukan rapat terkait dengan kesiapan acara dan kedatangan Slank ke Tidore pada tanggal 28 Desember, kedatangan Slank di Tidore ini sekalian menikmati wisata bahari, sehingga mereka akan menyelam di spot-spot yang telah ditentukan pada acara Sail Tidore kemarin,” ungkapnya.
Orang nomor satu dilingkupi Pemerintah Kota Tidore ini mengaku, kehadiran Slank di Tidore akan mempersembahkan 13 lagu untuk menghibur masyarakat. Untuk itu, segala kesiapan dan kerjasama dari semua pihak terutama UMKM dan pengguna jasa transportasi laut maupun darat akan diatur dengan baik, untuk melayani para pengunjung yang akan datang ke Tidore. “Biasanya Slank hanya menyanyikan 10 lagu, tapi untuk Tidore mereka tambah 3 lagu,” tuturnya.
Slank akan manggung di Tugulufa, pada tanggal 29 Desember 2022 malam, pasalnya, di tanggal 30 Desember 2022, Slank sudah harus kembali ke Jogja, karena mereka juga telah dijadwalkan disana.
Sementara, di malam tutup tahun tepatnya pada tanggal 31 Desember 2022. Pemerintah Kota Tidore juga akan menggelar kegiatan yang bernuansa religi, yang berpusat di Tugulufa, dengan kegiatan Dzikir bersama. Kegiatan ini nantinya akan diundang para Imam dan sara dari semua kelurahan dan desa.
“Kita akan menghibur masyarakat Tidore sebelum malam tutup tahun, setelah itu kita sama-sama melakukan dzikir bersama untuk menyambut tahun baru, ini kita lakukan sebagai bentuk dari peningkatan ekonomi masyarakat serta menonjolkan status Tidore yang berbudaya dan religius,” jelasnya. (ute)

