Sampah Mulai Menumpuk, Wali Kota dan Wakil Diminta Evaluasi DLH Tidore

“Wali Kota dan Wakil sudah harus mengambil langkah tegas untuk melakukan evaluasi terhadap Kepala DLH Kota Tidore, sebab jangan sampai penghargaan Adipura yang dihasilkan Kota Tidore selama ini, bertentangan dengan kondisi yang ada di lapangan,” tandasnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore, Abdul Muis A. Husein, mengaku terkendala dengan persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, mobil yang dipakai untuk mengangkut sampah harus menggunakan BBM jenis Dexlite. Sementara untuk saat ini, stok Dexlite belum tersedia.

“Untuk BBM ini kita kerjasama dengan HI Awat selaku pemilik SPBU, beliau sedang berada di luar daerah sehingga kita kesulitan untuk mengisi BBM jenis Dexlite,” tuturnya.

Kendati demikian, Abdul Muis menegaskan kalau sehari dua, masalah persampahan di lokasi Pasar Sarimalaha sudah bisa dituntaskan. Ia menambahkan, sampah di areal Pasar Sarimalaha, selain berasal dari Pasar tersebut, juga berasal dari sampah masyarakat.

“Insya Allah sehari dua jika BBM sudah ada, maka kami langsung turun melakukan pembersihan,” tegasnya.

Selain terkendela soal BBM, DLH Kota Tidore, juga diganjal oleh persoalan efisiensi anggaran yang membuat sejumlah mobil pengangkut sampah harus diperbaiki, sementara anggaran untuk pemeliharaan mobil tidak tersedia.

“Ada beberapa mobil yang membutuhkan perbaikan, sementara anggaran untuk pemeliharaan juga terbatas, jika kami paksakan, maka tentu harus berhutang,” tandasnya. (ute)