Satgas Perpanjang PPKM Mikro di Ternate

M Arif Gani

TERNATE – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala kecil (PPKM Mikro) untuk menekan laju penyebaran covid19 di Kota Ternate, diperpanjang. Penerapan yang awalnya dari 1 hingga 14 Juni itu diperpanjang sejak 15 hingga 28 Juni nanti.

Ketua Bidang Operasi Satgas Covid19 Kota Ternate M. Arif Gani mengatakan, awalnya penerapan PPKM mikro ini dimulai dari 1 sampai 14 Juni, dan kini sudah di perpanjang mulai dari 15 sampai 28 Juni.

Meski begitu, kata dia, pada penerapan PPKM mikro itu ada beberapa kelurahan seperti Kelurahan Kasturian, Soa, Makasar Barat dan Santiong tidak ada penambahan kasus baru. “ Karena sampai 14 Juni itu mereka sudah sembuh semua, sementara Kalumata di perpanjang sampai tanggal 28 Juni,” katanya.

Dikatakannya, saat penerapan PPKM mikro itu dilakukan, banyak kegiatan yang dilakukan oleh satgas covid19 kelurahan, seperti penyemprotan, bakti sosial dan edukasi, dan dilakukan penerapan 5M dan 3T.

Perpanjangnya penerapan PPKM Mikro di kelurahan Kalumata disebabkan ada penambahan kasus baru sebanyak dua orang, sehingga kini total kasus positif covid19 sebanyak tiga orang.“ Satgas Kota tetap memberikan pendampingan, dan kita juga memberikan support ke satgas kelurahan untuk melaksanakan pembatasan kegiatan pada RT, dimana pasien melakukan isolasi mandiri,” ucapnya.

Menurutnya, dalam memperpanjang penerapan PPKM Mikro dari 15 hingga 28 Juni itu, terdapat kelurahan baru yang masuk dalam kawasan penerapan PPKM mikro diantaranya Tanah Tinggi, Ubo-ubo dan Jambula.“ Karena Kota Ternate perpanjang PPKM Mikro ada kelurahan baru terdampak yang kita terapkan lagi disitu,” terangnya.

Lanjut dia, saat memperpanjang PPKM Mikro ini, penanganannya tetap mengacu pada tujuh indikator yang sesuai dengan instruksi  Mendagri nomor 13 seperti rapat rutin dilakukan satgas kelurahan bersama RTRW, melibatkan semua unsur yang dimasukan dalam SK di kelurahan, kemudian adanya inovasi untuk menilai PPKM itu berhasil ataupun tidak. “Jadi indikator itu kita sudah rapatkan dengan pihak kelurahan, mudah-mudahan mereka bisa melaksanakan,”  tambah dia.

Dikatakannya, indikator yang lain yakni adanya penerapan 5M dan 3T. Hal ini kata Arif, ketika diterapkan pada sejumlah kelurahan yang pertama menerapkan PPKM itu, tidak adanya kasus baru. “ Karena adanya pengawasan di tingkat RT yang ketat, kalau sekarang ini muncul kasus baru di kelurahan yang lain lagi, kalau jumlah kontak erat kita cukup banyak. Kita berharap mudah-mudahan tidak positif,” katanya.

Saat ini total pasien yang positif covid19 di Kota Ternate sebanyak 18 orang, meski dengan jumlah itu namun posisinya menurut dia sebanyak 1 persen dan Kota Ternate masih berada di zona kuning (tingkat penularan rendah). “ Karena sisa kasus kita tinggal 1 persen, dan itu bertahan dalam beberapa bulan ini. Karena banyak yang sembuh,” tandasnya.(cim)