Sejak Januari 2026, Gunung Dukono sudah meletus 108 kali dan termasuk tiga gunung api paling aktif di Indonesia. Meski begitu, status aktivitas gunung api ini tak berubah, tetap berada pada Level II atau Waspada.
Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengimbau masyarakat tidak memasuki area di dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang dan Warirang. Lana juga merekomendasikan masyarakat sekitar selalu mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari ancaman bahaya abu vulkanik yang bisa masuk ke sistem pernapasan. “ Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area sebaran abunya tidak tetap,” ujar Lana.
Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan seluruh korban dari erupsi Gunung Api Dukono yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan. “ Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan satu korban berinisial E (perempuan) Warga Negara Indonesia (WNI) dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip di Jakarta, Minggu.
Dengan demikian, lanjutnya, tim SAR gabungan pun telah menutup operasi pencarian. “ Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” ucap Abdul Muhari.
Diketahui, dua korban terakhir yang ditemukan itu masing-masing berinisial HWQT. (laki-laki) WNA usia 30 tahun dan SMBAH. (laki-laki) WNA usia 27 tahun. Setelah penemuan korban, lanjutnya, tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa seluruh jenazah menuju pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono. Kemudian para korban dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
