JAILOLO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Halmahera Barat menyebut, sejumlah proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah di daerah itu terlihat amburadul karena terkesan dikerjakan asal jadi. Padahal, sejumlah proyek tersebut diklaim sudah selesai dikerjakan.
“Berdasarkan amatan di lapangan, banyak proyek yang dianggap selesai, tetapi faktanya ada yang belum dikerjakan,” kata Kepala Seksi Intel Kejari Halbar, Edy Djuebang, kepada Fajar Malut, di ruang kerjanya, Selasa (1/11/2022) kemarin.
Mantan Kasi Pidum Selayar Sulawesi Selatan itu menyebutkan, salah satu proyek yang pekerjaannya belum selesai adalah saluran air di seputaran Jailolo yang belum dilakukan plesteran. Padahal, kata dia, pekerjaan yang bersamaan dengan pelebaran bahu jalan itu seharusnya rampung bersamaan.
“Saya lihat pekerjaan jalan sudah selesai, tapi selokannya selesai. Seharusnya, waktu dilakukan pelebaran itu harus sudah selesai,” ungkapnya.
Proyek yang pekerjaannya belum rampung tersebut berdasarkan amatan lapangan Kejari selama dua pekan ini.Sebagai lembaga pengawasan, kata Edy, dirinya langsung memanggil Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Halbar untuk segera melakukan plesteran saluran tersebut. “Saya sudah panggil Kabid Bina Marga untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” tegasnya
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PU Halbar, Fahlis ketika dikonfirmasi dirinya mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti pekerjaan yang disampaikan oleh Kejaksaan. “Iya benar dan sudah dikerjakan,” sahut Fahlis. (ais)

