Sementara itu, Ketua ASKAB Halut, Abdul Rifai Sadoki, dalam laporannya mengungkapkan, kehadiran 5 pelatih dari Brazil merupakan moment yang sangat luar biasa.
“Kegiatan coaching yang hari ini dilakukan dengan para pelatih dari Brazil, merupakan sebuah moment yang sangat luar biasa. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak dan para pelatih,” ungkap Rifai.
Lelaki yang murah senyum ini juga menambahkan, di Halut, ada 28 SSB, dan sekitar 42 pelatih yang akan ikut coaching dengan para pelatih dari Brazil.
Selain itu salah satu putra Halut juga akan perkuat Timnas U 17, ada 4 pemain Halut, masuk dalam squad Malut United untuk berlaga di Liga 1 Indonesia.
Karena itu pihaknya akan memberikan tambahan fasilitas latihan berupa bola kaki sebanyak 150 buah untuk semua SSB di Halut.
Ketua Yayasan My Home Indonesia Pdt. Allan, yang berkontribusi mendatangkan para pelatih dari Brazil merasa sangat bangga karena untuk kedua kalinya bisa datang di Tobelo. “Kalau lalu kami datang hanya bisa membawa 2 pelatih. Tapi sekarang kami datang dengan 5 orang pelatih. Ini tentu menjadi satu hal hal yang membanggakan. Kami berharap kehadiran Pemda akan memberikan support untuk rencana yang lebih besar. Akan ada beberapa anak dari Tobelo yang akan dipilih untuk berangkat ke Brazil dan Macau, berlatih di sana sehingga mereka bisa bermain di tingkat nasional dan internasional. Ini merupakan awal kerjasama yang baik dengan akademi Bola dari Brazil,” ungkap Allan.
Sementara itu Coach William, salah satu pelatih dari Brazil, mengungkapkan bahwa ini merupakan moment kedua kali mereka datang di Tobelo. “ Tobelo adalah rumah kedua kami. Kami sangat mencintai kota ini dan berharap agar satu saat kelak, kami bisa membawa anak-anak dari Tobelo bertanding di level-level internasional lewat talenta-takenta yang mereka miliki,” ungkap William.
Sedangkan Sekda Halut, E.J.Papilaya, mengungkapkan Pemda akan bekerjasama dengan negara Brazil sehingga memudahkan para pelatih Brazil bisa datang dan memberi pelatihan bagi anak-anak di Halut dengan baik.
“Tobelo dan Brazil akan menjadi saudara kembar. Karena itu anak-anak harus belajar dan berlatih lebih giat lagi dibawah pelatihan para Coach dari Brazil sehingga kelak bisa ikut berlatih di Brazil dan Macau dan bisa bermain di mana saja pada level-level yang lebih tinggi,” pungkas Sekda.(fer)
