JAILOLO – Upaya pemerataan guru di Kabupaten Halmahera melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tampaknya tidak maksimal. Buktinya, hingga saat ini sekolah masih kekurangan guru.
Ironisnya, kekurangan guru itu bukan di kecamatan terjauh, seperti Kecamatan Loloda, tetapi kecamatan dalam ibukota kabupaten.
Lihat saja, SMP Negeri 2 Halbar di Kecamatan Jailolo. Sekolah berlokasi do jalan Ki Hajar Dewantara di Desa Hatebicara masih kekurangan tenaga guru. “Untuk SMP 2 Halbar ini masih kekurangan tiga guru mata pelajaran,” ungkap Kepala SMP Negeri 2 Halbar Elizabeth, kepada Fajar Malut, Rabu (20/7/2022) kemarin.
Pihaknya masih kekurangan guru mata pelajaran terdiri dari guru matematika, Prakarya dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tikom).
Sebelumnya, kata dia, ada salah satu guru honorer untuk pelajaran Matematika, namun karena saat seleksi guru Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bersangkuatn lolos dan sudah mendapatkan SK penempatan di sekolah lain.
“Ada dua guru yang mengajar Matematika, yaitu saya sendiri dan satu lagi guru honorer, tapi dia sudah lolos seleksi guru PPPK dan telah mendapat SK penempatan di tempat lain,” jelas Elizabeth.
Elizabeth juga menyebutkan begitu juga dengan guru Prakarya yang harus mengisi tiga kelas, namun sampai saat ini sekolahnya belum memiliki guru Prakarya begitu juga guru Tikom. “Kami sangat membutuhkan, bahkan sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halbar,” ujarnya.
Selain itu, ia juga meminta dukungan fasilitas, termasuk komputer karena siswa sampai saat ini sudah berjumlah dikisaran 500 orang. “Kami hanya miliki sebanyak 21 unit komputer jika dibandingkan dengan jumlah siswa, maka tidak sebanding,” ujarnya.
Dirinya berharap, pemerintah setempat membantu atas kekurangan fasilitas tersebut, termasuk pagar sekolah. “Kami disini lihat saja untuk pagar hanya didepan dan juga samping, tetapi untuk lingkungan sekolah bagian belakang belum ada pagar sehingga saya berharap ini juga perhatian pemerintah daerah,” harpnya. (ais)

