Dia menambahkan, tantangan terberat saat ini yang menjadi problem keumatan adalah pada basis nilai-nilai religiusitas diperhadapkan dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat.
“Kemajuan teknologi yang pesat harus di imbangi dengan nilai-nilai religious,” ujarnya Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Dudung A Abdullah menyampaikan, visi Hidayatullah adalah membangun peradaban Islam.
“Hidayatullah telah hadir di 38 Provinsi di seluruh Indonesia, dengan 10 Perguruan Tinggi, 316 Sekolah dan 2.598 titik dakwah, Hidayatullah menyadari bahwa di tengah masyarakat telah berdiri berbagai jamaah dengan tujuan yang sama. Untuk itu, Hidayatullah menegaskan diri sebagai Jamaatun Minal Muslimin, yang berpegang pada prinsip Al Wasathiyah dalam membangun peradaban Islam bersama elemen umat dan bangsa,” tutupnya singkat.
“ Pada hari ini, impian dan harapan untuk membangun sebuah kantor di Maluku Utara akan segera terwujud, melalui peletakan batu pertama pada hari ini,” ujar Abubakar Abdullah sebelum menutup sambutannya.
