TERNATE – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsudin A. Kadir menegaskan siap menerima keputusan Bawaslu jika terbukti bersalah.
Pernyataan Sekprov ini dilatarbelakangi oleh sebuah unggahan foto pada akun facebook bernama KO AI yang kini tengah viral. Di dalam postingan itu memuat foto Sekprov, Sekjen Kemendes PDTT, Taufik Madjid dan Calon Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman di Kediaman Sekjen Kemendes PDTT.
Foto yang diunggah akun facebook tersebut memuat konten ‘ Hubungan persahabatan sejak muda masih terpelihara dengan baik. bertiga punya prestasi yang luar biasa, membanggakan kami yang mengenal mereka sejak dulu kala. abaikan masalah politik dulu yang sifatnya sesaat, yang lebih penting adalah selalu menjaga silaturahmi’.
Merespon hal itu, Sekprov mengaku belum mendapat panggilan dari Bawaslu. Tapi ia akan datang jika dipanggil. “Kita harus menghormati. Itu tugas bawaslu. Bawaslu akan mengklarifikasi seperti apa, kita kan dilarang untuk ada keberpihakan. Pasti,” jelasnya.
Dikatakan, Bawaslu akan menilai setiap unsur yang ada, jika itu (di dalam postingan facebook) merupakan sebuah keberpihakan maka harus dilihat motifnya.“ Karena kita bukan mendatangi acaranya pak Tauhid. Tapi kita mendatangi acaranya Pak Sekjen Kemendes, ketemulah kita di sana, orang foto baku ganti-ganti. Jadi terserah kalau nanti mereka melihat itu sebuah kesalahan ya tentu saja kita harus menerima resiko. Jadi ini berlaku untuk semua orang tidak bisa karena saya Sekda terus begitu, tidak bisa begitu,” ucapnya lagi.
“Tapi harus dilihat kenapa begitu? kalau hari ini pak Tauhid kampanye terus kita datang foto-foto ya jelas salah, tapi saya kira bukan ranahnya juga saya melakukan pembelaan di sini. Silahkan dan saya yakin dan percaya kalau memang Bawaslu juga sudah melakukan penyelidikan, Tanya-tanya orang sana-sini sebelum memanggil,” sambungnya.
Menurut dia, yang harus dilihat pertama adalah dimana acara tersebut diselenggarakan, apa motivasinya. “ Itu acara syukurannya pak Taufik, setelah pelantikan beliau pulang. Pak Sekjen itu satu angkatan SMA dengan saya, kemudian pak Tauhid juga kita temanan jadi orang datang semua, tidak ada batasan waktu itu, begitu orang dengar, saya juga tidak diundang tapi kan saya punya teman SMA, saya jemput di Bandara malah tanpa ada undangan. Jadi semua orang berinisiatif untuk datang, hari itu ramai sekali, kemudian semua orang datang foto bergantian dan kita juga sudah tidak melihat foto dengan sapa sudah tidak tahu,” jelasnya.(nas)

