SOFIFI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) mencatat angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Maluku Utara pada Januari 2026 terdapat 18 kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 12 orang meninggal. Kabupaten Kepulauan Sula dan Halmahera Tengah menjadi daerah dengan kasus paling menonjol.
Direktur Lalu Lintas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Doni Hermawan, menjelaskan, pada awal Januari 2026, pihaknya mencatat terdapat 18 kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 12 orang meninggal. Data tersebut menjadi indikator tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Maluku Utara. “Dari 10 kabupaten/kota, Kepulauan Sula dan Halmahera Tengah tercatat paling tinggi dan masing-masing terdapat korban meninggal dunia,” ujarnya usai upacara Operasi Keselamatan Kie Raha Polda Maluku Utara, di Mapolda Sofifi, Senin (2/2/2026)
Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis kepolisian, kecelakaan lalu lintas di Maluku Utara masih didominasi pengendara sepeda motor.
Doni menyebutkan, sebagian besar korban kecelakaan tidak menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara dan melaju dengan kecepatan tinggi. “Hampir semua kejadian melibatkan pengendara yang tidak mengenakan helm dan berkendara dengan kecepatan tinggi,” jelasnya.

