Sentra Produksi Padi Terkendala Irigasi

Kadistan Yusmar Ohorella (kiri) bersama bupati dan wabup saat bertemu dengan Mentan, Sahrul Yasin Limpo

WEDA – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman padi terkendala pada masalah irigasi, terutama di Desa Wairoro yang merupakan satu dari tiga lokasi yang ditetapkan sebagai sentra produksi padi di samping Trans Waleh dan Trans Kobe.

Kadistan Halteng, Yusmar Ohorella menuturkan, Pemkab kini tengah menyiapkan lahan seluas 280 hektar untuk penanaman padi. Namun, penanaman saat ini masih terkendala air. “Pompa air yang disediakan hanya lima unit, itu pun ditempat tertentu saja,” ucap Yusmar.

Untuk mengatasi masalah itu, Yusmar mengaku, pihaknya terus berupaya dengan cara merubah cara petani. Dengan demikian, setiap kecamatan dibuat kelompok binaan, agar fokus struktur wilayah masing-masing petani.

Distan juga memberikan motivasi kepada petani agar menanam tanaman hortikultura untuk memenuhi kebutuhan sayur oleh perusahaan yang beroperasi di Halteng, khusıusnya PT. IWIP. “Permintaan sayur mayur perusahaan sangat tinggi. Namun, petani tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut Sehingga. harus ada binaan kepada petani,” ujarnya. (udy)