Sepi Pembeli, Pedagang Warung Makan BUMDes Muhajirin Gulung Tikar

Husna (60) salah satu pemilik warung makan BUMDes Muhajirin kepada wartawan mengaku sudah tiga bulan dirinya tidak bisa lagi membuka warung, karena tidak ada pembeli. 

“Tapi hari ini saya sempat buka, karena saya pe anak pulang mangael kong dia kase ikan 8 ekor, terus saya dapat bantuan beras, baru kebetulan di kebun saya ada sayur. Jadi tara pake modal, makanya saya bisa buka hari ini,” ungkap Husna. 

Walau hanya menyajikan makanan 8 porsi, ia mengaku sampai dengan jam 2 siang, tidak ada satupun ASN yang datang membeli.  Kondisi ini membuat dirinya geram, dan berkeinginan untuk menemui Pj Bupati agar membayar semua makanannya. 

“Jadi tadi ini saya mo pigi di Bupati suru dia bayar kita pe makanan ini, masak ikan cuma 8 ekor saja dari pagi sampai siang tarada ASN yang bisa beli. Daerah so model apa ini. Untungnya Kabag Kesra so tahan pa saya kong beli semua, itu pun Kabag dia hutang karena dia tarada uang,” kesal Husna. 

Menurut Husna, lima warung makan di sebelahnya pun sudah tidak bisa lagi membuka warungnya, karena mengalami hal yang sama. 

“Ada yang sudah satu tahun lebih tutup, ada yang baru tiga bulan tutup, ada yang sudah empat bulan ini tutup. Yang bertahan tinggal satu, warung milik Nursia,” katanya.