TERNATE– Pada Selasa (26/4) besok genap satu tahun kepemimpinan M. Tauhid Soleman dan Jasri Usman setelah dilantik Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba, Lc sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate pada 26 April 2021 lalu , meski sudah setahun menjabat namun kedua pasangan ini dinilai belum banyak berbuat untuk masyarakat Kota Ternate seperti yang digaungkan saat kampanye.
Akademisi UMMU Ternate Sahroni Hirto mengatakan, diawal pemerintahan Tauhid-Jasri punya gebrakan yang bagus dengan menyatukan perencanaan, namun hal itu masih sebatas perencanaan karena belum ada tindakan nyata salah satunya berupa penanganan sampah yang sampai 1 tahun masa pemerintahan ini belum terselesaikan.
“Begitu juga dengan program warung mama sampai sekarang masih jadi pertanyaan bentuknya bagaimana, apakah dalam bentuk bantuan atau seperti apa itu yang kita belum tahu,” katanya Minggu (24/4) kemarin.
Selain itu Sahroni juga mempertanyakan, nilai dasar kebudayaan seperti yang tertuang dalam RPJMD, karena belum ada penerapannya. Begitu juga dengan masalah birokrasi yang sampai setahun sejak dilantik penataan birokrasi Pemkot Ternate ini bagi Sahroni tak kunjung tuntas.
“Karena birokrasi di masa Ternate Andalan ini kalau dibilang menguatkan birokrasi tapi malah internalnya tidak saling mendengar, kalau menguatkan visi berkolaborasi tapi justru disisi tertentu tidak ada faktor eksternal yang di kolaborasikan, jadi sejak di lantik setahun kemarin sampai saat ini yang terlihat hanya perencanaan dan ini dipertanyakan oleh tiga kecamatan itu teknis bagaimana,” sebutnya.
Bahkan penanganan sampah ini menurut dia, selama setahun ini masih bermasalah dan instansi teknis seperti DLH hanya beralasan kekurangan armada bagi dia ini hanya alasan klasik.
“Jadi selama setahun ini dari perencanaan sangat kelihatan tapi implementasi programnya masih terkendala. Sehingga dalam tahun ini belum kelihatan action dari apa yang diucapkan pak Wali dan pak Wakil misalkan warung mama, sampah, air bersih, kemudian birokrasi karena dalam satu tahun ini pak Tauhid masih sibuk urus internal,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Ternate Zaenul Rahman. Menurutnya, jika berawal dari 100 hari kerja yang dicanangkan usai Tauhid dan Jasri dilantik itu salah satunya sampah dan air bersih sampai setahun usia pemerintahan tapi tak kunjung tuntas. Air bersih misalkan kata Zaenul, meski ada perbaikan tapi belum sepenuhnya optimal, karena perhatian Pemkot untuk air bersih ditiga kecamatan masih kurang buktinya di kecamatan Hiri. Dimana warga masih berharap air hujan untuk konsumsi sehari-hari bukan dari PDAM meski sudah ada jaringan.
Dia juga menyebut, penanganan sampah belum optimal dilakukan yang mengakibatkan banyak sampah teraliri ke laut, sementara berkaitan dengan pembinaan birokrasi sendiri kata Zaenul belum maksimal dasar penilaian Zaenul pada penempatan sejumlah pejabat yang diharapkan sesuai prosedur dan transparan.
“Selain itu pada rekrutmen pegawai honorer, tiba-tiba di angkat kemudian diberhentikan tanpa ada mekanisme yang jelas. Dan ini hanya mengulang-ulang sesuatu yang harus dirubah sebab mekanisme rekrutmen sendiri tidak jelas,” ungkapnya.
Apa yang terjadi selama setahun pemerintahan ini bagi Zaenul, harus jadi catatan buat Pemkot Ternate kedepannya, sehingga hal ini tidak terulang kembali makanya harus fokus.
“Dan banyak sekali catatan yang diberikan DPRD terhadap LKPJ, hal itu kita berharap ditindaklanjuti pemerintah di tahun ini dan 2023,” tutupnya.(cim)

