Demikian juga lanjut IMS gula pasir juga mulai merangkak naik pada kisaran Rp. 200-300/kg. “Kenaikan harga sudah terjadi dari Surabaya dan Makassar jadi bukan pada kenaikan biaya transportasi dan upah buruh,” tukasnya.
“Saya agak khawatir kenaikan BBM berdampak terhadap kenaikan harga pangan. Karena itu, pemda Halteng berusaha menjaga stabilitas harga dan jumlah stok dengan memberikan bantuan beras medium ke KK miskin dan mengurangi konsumsi beras dan gula dengan meningkatkan pasokan pangan lokal,” pungkas IMS.
Pembukaan lahan pertanian dan lahan pekarangan di 64 desa definitif merupakan salah satu upaya kami untuk menjadikan desa sebagai lumbung pangan lokal dan PKK sebagai penggerak lumbung pangan lokal. “Setiap desa telah memiliki 0,7 – 2,0 Ha lahan PKK dan 2 – 3 Ha lahan Pokdakan,” terangnya.
Pemda dan PKK terus melakukan pendampingan mulai dari tanam, panen dan pemasarannya. “Jadi kami siapkan pangan lokal, kami sosialisasi pentingnya mengurangi konsumsi nasi dan gula utk kesehatan dan meyakinkan masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi produk pangan lokal,” sebutnya.
Sementara itu John salah satu distributor beras di Weda mengaku stok beras saat ini masih aman. Namun harganya yang selalu naik. “Kalau stok masih aman, harganya saja yang tidak stabil,” ucapnya.
Selain itu juga harga yang ia jual beras jenis premium ukuran 25 kg Rp.385.000, Rp.155.000 untuk ukuran 10 kg dan 5 kg Rp.78.000. “Iya harga sudah seperti itu, tidak bisa stabil,” akunya.
