WEDA – Penjabat Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji merasa sedih dengan kondisi yang dialami masyarakat Kecamatan Pulau Gebe.
“Daerah ini sudah lama ditambang dan sampai sampai saat ini masih di tambang. Tapi kondisinya seperti ini berati brengsek semuanya,” ucap Ikram merasa geram.
Dia mengaku ditugaskan Presiden RI Joko Widodo dan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan menjadi PJ Bupati karena masalah-masalah seperti ini (ketimpangan pembangunan di daerah tambang seperti di Gebe. Dan mirisnya masalah ini seperti ini tidak bisa teratasi oleh pemerintah daerah. “Padahal uang kita banyak tapi tidak tepat sasaran,” akunya.
Dihadapan masyarakat Gebe, Ikram mengaku ketika orang tuanya meninggal dirinya tidak menangis, tapi begitu menginjakan kaki di Gebe dirinya menangis melihat kondisi yang ada di Gebe. “Ini keterlaluan, pak ketua, sebagai ketua DPRD harus lebih sering lakukan kontrol terhadap Pemda,” pintanya.
“Semenjak saya kecil, Gebe Ini sudah ditambang, nanti kalau masyarakat tuntut dibilang tidak taat,” tegasnya.
Dia mengaku akan memanggil semuanya (pihak perusahan yang melakukan aktivitas penambangan ore di Gebe) untuk meminta pertanggungjawaban. “Saya ingatkan, saya bukan PJ Bupati dari provinsi saya PJ dari pusat. Dan Saya berani melakukan itu,” tegasnya.
Mendengar laporan Camat Gebe ada siswa SMP belum melek baca ini sangat miris. Padahal dia tahu siswa siswi yang keluar dari Pulau Gebe ini orang-orang pintar. “Saya punya teman Dr. Aslam dia dari Gebe, dia sekolah sampai Amerika. Itu artinya orang Gebe itu sekolah sampai Amerika,” akunya.
“Kalau ada murid SMP belum bisa baca, pak Ketua DPRD kalau kondisinya seperti ini itu artinya Pemda tidak melakukan apa-apa. Melek baca sangat banyak. Dan sepertinya pemda membiarkan terus menerus,” tukasnya.

