DARUBA – Meski belum ada korban jiwa akibat Covid-19 di Kabupaten Pulau Morotai, tetapi pihak kepolisian dan TNI telah melakukan langkah antisipasi sejak dini. Yakni dengan menggelar simulasi penanganan jenazah terpapar Covid-19 hingga proses pemakaman, Kamis (21/5).
Simulasi yang digelar di gedung MIAMARI sebagai tempat isolasi PDP, aparat polisi dan TNI diajarkan tentang tata cara penanganan atau pemulasaran jenazah Covid-19 sesuai standar protokol Kementerian Kesehatan. Para peserta ini diajarkan mulai tata cara memakai dan melepas Alat Pelindung Diri (APD). Sebab, apabila penggunaan APD salah maka perlindungan diri tidak bisa berjalan maksimal.
Simulasi cara menangani jenazah yang terpapar Covid-19, diawali dari jenazah dibungkus mulai dari plastik, kain kafan, kantong jenazah serta dimasukkan dalam peti. Tahapan simulasi berakhir sampai dengan prosesi pemakaman di TPU Daruba. Dalam kesempatan itu, Kabag OPS Polres Kabupaten Pulau Morotai, AKP Didik CB mengatakan simulasi dilakukan dalam rangka mematangkan pelaksanaan, sehingga Kabupaten Pulau Morotai biar lebih siap bila ada korban ke depan.
“Peragaan dilakukan satu persatu mengikuti protokol kesehatan termasuk penggunaan APD,” kata AKP Didik CB. Sejauh ini Kabupaten Pulau Morotai terdapat 7 positif Covid-19, 1 PDP, 50 ODP, 37 OTG dan 31 orang reaktif rapid tes. Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai juga telah memperketat pengawasan terhadap warga pendatang untuk memutus mata rantai penyebaran wabah yang mematikan ini.
Karena sejauh ini dari 7 pasien positif Corona semuanya merupakan pelaku perjalanan dari luar daerah. Bahkan, 10 pelaku perjalanan lainnya telah dinyatakan reaktif usai dilakukan rapid test. (fay)

