TERNATE – Rencana Pemkot Ternate untuk melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar dengan system tatap muka pada Selasa (18/8) hari ini, nampaknya masih tarik ulur antara Dinas Pendidikan dan gugus tugas.
Pasalnya, Dinas Pendidikan menyebut, aktivitas belajar itu baru akan dibuka kalau sudah ada surat rekomendasi dari gugus tugas, begitupun sebaliknya gugus tugas menyebut pihaknya belum mendapat surat dari Dinas Pendidikan sebagai instansi teknis pelaksana pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ibrahim Muhammad mengatakan, harus ada rekomendasi dari gugus tugas, sebab sesuai dengan edaran dari empat menteri yakni Mendagri, Kemendikbud, Kemenag dan Kesehatan, disebutkan kalau daerah zona hijau dan kuning baru bisa dibuka tatap muka dengan protokol ketat.
“ Kami sudah minta gugus tugas untuk buat peta lagi di Kota ini, misalkan kecamatan Moti, Hiri dan Batang Dua kalau dia hijau silahkan. Tapi dalam kota dia oranje tidak bisa,” ungkapnya.
Untuk itu, simulasi yang direncanakan mulai Selasa hari ini kata dia, belum bisa dipastikan karena pihaknya tetap menunggu rekomendasi dari gugus tugas. “Jadi harus ada rekomendasi dulu baru kita buka, jadi saya masih harus komunikasikan lagi dengan PGRI, memang di waktu rapat dengan muspida itu diminta untuk membuka sekolah, untuk merespon keluhan warga. Tapi kami butuh rekomendasi dari gugus tugas meskipun itu simulasi,” jelasnya.
Dia menyebutkan, jika sampai Senin sore itu rekomendasi dari gugus tugas belum dikeluarkan, maka simulasi belum akan dibuka, karena simulasi tatap muka bagi mereka itu juga menjadi tempat berkumpulnya siswa, meskipun sekolah yang ditunjuk itu sudah ada kesiapan. “Kalau dari sisi pembelajaran dipantau oleh Dinas Pendidikan, tapi mengenai protokol covid kita serahkan ke gugus tugas,” ucapnya.
Sementara itu Ketua Bidang Operasi Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate M. Arief Gani dikonfirmasi mengatakan, ijin itu secara teknis dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan gugus tugas menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang ada. “Tapi kami akan koordinasikan lagi dengan Diknas,” ucapnya.
Pihaknya menurut Arief, masih menunggu juga surat dari Dinas Pendidikan, dan sekolah juga telah di cek kesiapannya, SD sebanyak 12 sekolah, SMP sebanyak 5 sekolah. “ Kalau untuk Kota Ternate kita masih oranje yaitu tingkat resikonya sedang, jadi kami gugus tugas lebih pada kesiapan Dinas Pendidikan, kalau tidak bisa menjamin ya tidak usah,” tegasnya.(cim)

