Sistem Digitalisasi Hanya Wacana

BP2RD Kota Ternate

TERNATE – Tahun lalu Pemerintah kota Ternate intens mewacanakan pengelolaan pajak dan retribusi menggunakan sistem digitalisasi untuk menghindari kebocoran, dan mulai berlaku pada tahun ini. Namun sampai kini rencana Pemkot Ternate itu tak kunjung jalan, bahkan hampir seluruh penagihan PAD masih menggunakan sistem manual.

Terkait ini, BP2RD justru menyerahkan sepenuhnya jadi wewenang dari OPD teknis. Plt. Kepala BP2RD Kota Ternate Jufri Ali mengatakan, penagihan dengan menggunakan sistem elektronik ini jika tidak dialihkan retribusi pasar ke Disperindag, maka itu sudah mulai jalan, hanya saja dialihkan sehingga belum jalan.

Sehingga untuk penagihan menggunakan sistem digitalisasi itu, Jufri menyerahkan ke OPD terkait. “ BP2RD hanya sebagai koordinator penerimaan laporannya, tapi teknis pengelolaan adanya di OPD teknis seluruhnya,” sebutnya.

Karena untuk pendapatan yang bersumber dari pajak kata dia, penerapan digitalisasi mulai jalan pada bulan depan, saat ini sedang dibuatkan aplikasi. “Pada bulan Februari mungkin di pertengahan sudah jalan, jadi pembayaran non tunai dimana nanti dibayar melalui handphone melalui fitur yang ada di aplikasi,” ungkap dia.

Pihaknya, lanjut Jufri, dalam penerapan ini dikerjasamakan dengan Bank Syariah (BSI) yang kini dalam tahapan koordinasi ke pusat. Sedangkan penagihan retribusi yang bakal dialihkan ke Disperindag sambil menunggu perwali, saat ini penagihannya masih dilakukan oleh BP2RD secara manual.(cim)