DARUBA – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Unggulan 1 Kabupaten Pulau Morotai saat ini mulai menerapkan sistem pembelajaran dengan dua metode, yakni daring dan luring (tatap muka).
Kepala Sekolah SMP Negeri Unggulan 1, Rusdi Yaman kepada wartawan mengatakan alasan diterapkan dua metode pembelajaran ini disesuaikan dengan permintaan dari orang tua wali murid. Pasalnya, dalam rapat yang digelar antara pihak sekolah dan orang tua murid, banyak orang tua murid yang mengeluh jika hanya metode sistem daring yang terapkan. Sebab, tidak semua murid SMP Negeri unggulan 1 memiliki handpone android.
Dengan alasan itulah pihak sekolah mengambil kebijakan untuk murid yang tidak memiliki handpone android maka akan belajar menggunakan sistem luring yang artinya bertatap muka langsung, dimana kelompok guru yang dikirim ke Desa membentuk kelompok belajar. Setiap guru membentuk kelompok belajar 5-6 siswa perkelompok dan pembelajarannya dilakukan di salah satu rumah siswa yang dipilih.
Tetapi siswa maupun guru tetap wajib mengikuti protokol kesehatan yakni mencuci tangan dan memakai masker. “Jadi masing-masing guru kelas kita bentuk kelompok 7-9 orang perkelompok, setelah itu kita kirim di setiap Desa. Dengan begini walaupun sisiwa tidak ada handpone kegiatan pembelajaran kita tetap jalan, kalau yang sudah punya handphone tetap menggunakan sistem daring,” kata Rusdi Yaman, Selasa (28/7).
Metode pembelajaran sistem luring ini cukup efektif, karena guru bisa memberikan pelajaran secara langsung. Saat belajar setiap siswa juga akan diberikan buku pembelajaran. “Metode pembelajaran luring sudah jalan dua hari sementara daring sudah satu Minggu,” ujar Rusdi Yaman.
Untuk mendukung metode pembelajaran luring dirinya sudah menyurat ke tiap-tiap Desa terutama di wilayah Kecamatan Morotai Selatan, agar mendukung metode ini dengan cara menyediakan fasilitas yang bisa digunakan siswa untuk belajar. Seperti Aula Kantor Desa bisa digunakan untuk tempat pembelajaran, soal transportasi guru kami juga pakai Bus Sekolah. (fay)

