Soal PAUD, Ini Penjelasan Bendahara ke BPD Usbar Pantai

kondisi PAUD Desa Usbar Pantai yang pekerjaannya sudah dihentikan sejak Desember 2021

DARUBA – Pemerintah Desa (Pemdes) bersama BPD Usbar Pantai, Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar), menggelar pertemuan mendadak untuk meluruskan pemberitaan media terkait mangkraknya proyek pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) desa Usbar Pantai.

“Tadi ada pertemuan kami BPD dengan Pemdes, termasuk Bendahara desa terkait berita PAUD. Jadi ada beberapa hal yang ingin diluruskan dari berita itu oleh Bendahara,” ungkap Ketua BPD Usbar Pantai, Faisal Sangaji, saat menghubungi Fajar Malut, Rabu (23/2/2022).

Menurut Faisal, dalam klasifikasinya, Bendahara menyampaikan dirinya tidak terlibat dalam pengelolaan proyek tersebut. 

Pembangunan Gedung PAUD ‘Magkrak’, Siswa Belajar di Balai Desa

“Jadi proyek itu dikelola oleh mantan Caretaker Kades Umar Lohor, waktu itu, dia hanya disuruh bantu tangani pintu dan jendela PAUD, dan sekarang jendela dan pintu sudah di pasang. Dan saat itu dia belum jadi bendahara, tapi Kasi Pemerintahan. Terus, selain dia (bendahara) ada aparatur desa lainnya yang ikut bantu Kades untuk belanja yaitu Ketua RT 03 dan Kaur Umum. Ketua RT 03 belanja kayu balok, dan Kaur Umum tangani timbunan, selebihnya ditangani oleh Karateker,” jelas Faisal.

Selain itu, Bendahara juga mengaku tidak menggunakan dana Covid-19 untuk belanja kayu balok PAUD.

“Kemarin saya komentar soal dana Covid-19 Rp 8 juta yang dipakai belanja balok itu dasarnya dari pernyataan Karteker, ketika ditanya oleh Sekdes di Kantor Desa. Tapi tadi di klarifikasi ulang oleh bendahara bahwa tidak ada penggunaan dana Covid-19 dalam pembangunan PAUD. Jadi itu juga tadi diluruskan, jadi tidak digunakan dana itu di PAUD,” katanya.

Akan tetapi, Faisal berharap, agar proyek PAUD desa Usbar Pantai tetap di audit oleh Inspektorat untuk memperjelas masalah.
“Untuk audit, dalam pertemuan itu kita dan Pemdes juga sudah sepakat, dan berharap agar di audit oleh Inspektorat, sehingga kita bisa tahu masalahnya apa. Karena memang sampai hari ini pekerjaannya tidak selesai. Apalagi dalam pertemuan tadi juga tidak ada kejelasan kapan proyek itu dilanjutkan,” pungkas Faisal. (fay)