Untuk penguatan ekonomi produktif, lanjut dia, pihaknya memanfaatkan untuk mengembangkan kearifan lokal dalam bentuk jajanan khas Kesultanan Bacan dengan melengkapi alat-alat penunjang pembuatan jajanan khas tersebut.
“Kami yakin dan percaya bahwa dengan pengembangan seni budaya dan penguatan ekonomi produktif bisa menjadi media edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama bagi kaum muda untuk bagaimana mencegah konflik sosial dan radikalisme, sesuai dengan tujuan Kementerian Sosial dan cita-cita Kesultanan Bacan serta harapan Pemda Halsel,” ujarnya
Nurlaila menyampaikan berterima kasih kepada Kemensos atas bantuan dan kepercayaan yang diberikan kepada mereka sebagai salah satu mitra dalam program kegiatan pencegahan konflik sosial dan radikalisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama di wilayah Kesultanan Bacan Halsel.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Perangkat Adat Kesultanan Bacan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Selatan dan Ketua GEMASUBA M Husni Muslim atas dukungan dan kepercayaan kepada kami dalam mengelola bantuan tersebut untuk kemaslahatan umat, terutama bagi kaum muda dan menjadi bagian dalam upaya untuk pencegahan konflik sosial dan radikalisme serta upaya menjaga hubungan sosial yang kondusif dalam menjelang, hari pelaksanaan dan pasca pemilu di tahun 2024 nanti bahkan sampai seterusnya,” ucapnya seraya mengucapkan hal serupa kepada M. Sanusi Iskandar Alam (Baba) karena atas usulannya SPKN Kesultanan Bacan bisa mendapat bantuan langsung dari Kemensos .
Nurlaila berjanji, bantuan kearifan lokal dan kepercayaan yang diberikan tidak hanya dimanfaatkan untuk pencegahan konflik sosial dan radikalisme saja, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk mengembangkan potensi kaum muda dalam bidang seni budaya dan kewirausahaan serta potensi lain yang bersifat positif.
