WEDA – Penyakit yang mengganggu pertumbuhan bayi atau stunting di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dari bulan Januari hingga Desember tahun 2022 perlu mendapatkan perhatian serius, saat ini terdapat 634 kasus stunting.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Halteng Lutfi Djafar mengatakan, data stunting berada di 11 Puskesmas yang tersebar di wilayah Halteng.
Dari data setiap puskesmas itu diketahui Puskesmas Weda 12 kasus, Wairoro 73 kasus, Kobe 40, Lelilef 10 kasus, Sagea 6, Messa 35 kasus, Banemo 0 kasus, Patani 89 kasus, Tepeleo 125 kasus, Damuli 82 kasus dan Gebe 163 kasus. “Yang tertinggi di Puskesmas Gebe dan Tepeleo untuk kasus stunting di wilayah Halteng,” ungkapnya.
Lutfi menambahkan, pada beberapa program dari Dinkes melalui puskesmas dalam melakukan pencegahan terhadap stunting terdiri dari gerakan hidup sehat, survei Status Gizi Indonesia, melakukan pengawasan tumbuh kembang anak melalui posyandu, sosialisasi dan peningkatan sumberdaya masyarakat terhadap pemenuhan asupan gizi dan pemenuhan gizi melalui pemantauan terhadap bayi dengan gejala atau kasus gizi buruk.
“Langkah ini sudah dilakukan bagi seluruh puskesmas, termasuk pengawasan dan perbaikan kesehatan ibu hamil dan bersalin,” jelasnya. (udy)

