Suhu Politik Jelang Pendaftaran Bacalon Memanas

Helmy Alhadar

Oleh Direktur Lembaga Strategi dan Komunikasi Publik Maluku Utara, Helmi Alhadar

Suhu politik menjelang pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate mulai memanas. Pasangan Bacalon masih saja berjuang merebut rekomendasi partai. Sudah dua kandidat yang telah melenggang dengan mulus untuk mendaftarkan diri di KPU pada September mendatang. yakni bakal pasangan calon Merlisa Marsaoly-Juhdi Taslim dan Muhammad Hasan Bay-Asghar Saleh yang telah mendapatkan syarat dukungan partai.

Untuk Merlisa dan dan pasangannya Judi Taslim telah duluan mendapatkan rekomendasi dari Partai Bulan Bintang (PBB) 1 kursi,  Partai Amanat Nasional (PAN) 2 kursi, Partai Beringin Karya (Berkarya) 2 kursi dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sebanyak 3 kursi. Dengan total 6 kursi, Merlisa dan Judi telah memenuhi syarat dukungan. Sedangkan

 M. Hasan Bay dan Asgar Saleh setelah mendapatkan tambahan dukungan dari Partai Golongan Karya (Golkar) sebanyak 3 kursi, maka dipastikan juga sudah memenuhi syarat untuk mendaftar ke KPU. Kedua kandidat ini sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebanyak 1 kursi dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebanyak 2 kursi.

Dengan kondisi tersebut,  masih ada beberapa partai yang belum menentukan pilihan kandidatnya,  diantaranya PKB dengan 4 kursi,  Demokrat 4 kursi, PPP dengan 3 kursi,  Nasdem 3 kursi,  PKS 1 kursi dan Perindo 1 kursi yang telah memberi dukungan ke Yamin Tawari.

Direktur Lembaga Strategi dan Komunikasi Publik, Helmi Alhadar memprediksi masih ada potensi tambahan dua Bakal Pasangan Calon lagi untuk memenuhi kuota partai yang yang belum menentukan pilihan kandidatnya. “ Ini kan politik, bisa jadi di DPP memiliki kepentingannya sendiri yang bisa mengubah keadaan di daerah. Sehingga sekecil apapun kemungkinan yang lain juga masih ada sampai pada menit terakhir,” kata Helmi.

Sehingga dengan sisa partai yang ada, menurut Dosen Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malut ini, kemungkinan NasDem sebanyak 80 persen diperkirakan akan merapat ke Hasan Bay dan Asgar Saleh, mengingat Asgar merupakan kaders partai NasDem. Jika itu benar terjadi, lanjut dia, maka PPP dan Demokrat akan merapat ke Yamin Tawari dan Abdullah Taher jika dilihat pada isu pemberitaan di media massa. Helmi menilai, dalam politik tidak ada yang pasti, kemungkinan bisa saja terjadi. Apalagi saat ini, PKB juga bergerilya.

“Meski begitu kemungkinan lain bisa saja juga terjadi, misalnya PKB dan Demokrat berkompromi dan mengusung kader diantara mereka antara Jasri dan Abdullah Taher. Dilain sisi ada juga Iswan Hasjim yang terus melakukan lobi partai, sekecil apapun kansnya masih ada,” ujarnya.

Selain itu, ada juga figur yang tak terduga, diantaranya Firman Sjah dengan Erwin Umar. Kedua figur ini tentang nilai komersial. Artinya kedua politisi muda ini juga berpotensi dan berkompetisi serta menjadi kompetitor yang menjanjikan. Mengingat usia dan latar belakang sosial budaya dari keduanya. Namun tentu saja pertimbangan partai yang mengusung.  “ Karena sudah pasti, menantang Merlisa dan Hasan Bay relatif berat untuk kandidat lain masuk, sehingga perlu dipikirkan lawan yang sebanding. Karena diantara Merlisa dan Hasan Bay merupakan lawan yang relatif yang memiliki sedikit elektabilitas dan peluang yang lebih besar.  Namun politik tetap politik, siapa saja yang biasa jualan hari ini elektabilitasnya diatas dan besok bisa dibawah,” jelasnya.

Helmi menambahkan, bisa saja ada empat pasangan calon pada Pilwako Ternate kali ini, jika PPP berkompromi dengan PKB. Sehingga Demokrat bisa mengambil PKS dan Perindo. Sehingga jika porsinya seperti ini, maka kemungkinan empat pasangan calon masih bisa mewarnai Pilwako Ternate.

Namun jika PPP menawarkan Yamin Tawari yang notabenenya telah didukung perindo, dengan begitu maka Perindo akan mengikuti PPP dan Demokrat. Secara otomatis PKB dan PKS akan mati langkah, sebab PKB dan PKS jika dijumlahkan kursinya hanya sebanyak lima.  “ Namun jika kompromi antara PPP dan PKB, maka bukan tidak mungkin Demokrat akan memanfaatkan sisa kursi yang ada antara perindo dan PKS. Sebab PKS menurut saya akan hanya lebih berkoalisi ke kelompok yang lain diluar Merlisa yang memiliki peluang kecil, jika melihat komposisi di pusat,” terangnya.

Sehingga saat ini, lobi partai dibelakang layar itu sangat intens. Dengan begitu politik hari ini sangat dinamis dan keadaan bisa sangat berubah sampai pada menit akhir.” Seperti halnya dimana beberapa partai yang haluannya di Iswan, namun bisa berubah berpaling ke kandidat lain. Apalagi saat ini telah memasuki injury time,” tutupnya.