SANANA – Sungai di Desa Kawata, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), kembali menghambat perjalanan pulang siswa SMK. Meski luapan air cukup deras, namun murid dan guru di sekolah tersebut memaksakan untuk menyeberang agar bisa pulang ke rumah mereka. Upaya menyeberang sungai ini membuat seorang siswa pingsan karena harus berjuang melawan derasnya aliran air sungai, beruntung teman-temannya cepat menolongnya dan membawanya hingga ke seberang sungai
Hal ini bukan baru kali pertama dilakukan oleh guru dan siswa SMK Kawata. Tetapi sudah berulang kali. Sebelumnya, Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba telah berjanji kepada masyarakat setempat untuk membangun jembatan penyeberangan. Namun sampai saat ini nyawa masih menjadi taruhan setiap kali turun hujan. “ Mau gimana lagi, banjir sebesar apapun tetap saja kita harus menyebrang. Kan rumah kita semua di sebelah sungai. Yang di sebelahnya itu hanya bangunan sekolah,” kata Eka, warga Desa Kawata kepada wartawan, Kamis (09/09/2021).
Eka mengatakan, hujan turun sejak pukul 12 siang. Di waktu siswa dan guru mau pulang ke rumah, air sudah meluap sangat deras. “ Padahal hujan belum terlalu lama, tetapi sungai ini sudah jadi langganan banjir. Setiap mau pulang sekolah, ya kita harus rela basah demi sampai di rumah,” keluhnya.
Dia menambahkan, masyarakat setempat sedang dalam proses membangun jembatan gantung. “ Iya, sekarang dalam proses pembuatan jembatan gantung. Kalau tidak salah, menggunakan dana desa,” ujarnya.(nai)
