“Para karyawan tambang terlihat berjalan di atas air yang tingginya kira-kira hingga dada orang dewasa,” katanya.
Dia mengaku, karyawan PT. IWIP tetap rela bekerja, meskipun seluruh pakaian kerja basah karena banjir. Bahkan, bukan hanya karyawan, usaha warga sekitar pun ikut terdampak.
“Arus lalulintas macet karena genangan air dan arus air cukup tinggi, bahkan warung di pinggir jalan juga terdampak,” katanya.
“Karyawan yang lain ada yang memaksakan diri untuk tetap ke perusahaan. Tapi ada juga yang memilih pulang dan tidak masuk kerja,” akunya.
Aswat juga mengatakan, kondisi Lukulamo memang sering mengalami banjir parah apabila hujan deras. “ Biasanya hujan tidak terlalu deras pun tetap banjir, dan kalau sudah banjir, semua aktivitas kadang lumpuh, bahkan ada kerugian yang dialami warga sekitar, termasuk karyawan,” terangnya.
