TIDORE – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tidore Kepulauan Tahun 2024 dengan tema, “Pengembangan Infrastruktur Pusat Pertumbuhan Ekonomi yang Mendukung Sektor Unggulan,” dibuka oleh Walikota Tidore Kepulauan Capt H. Ali Ibrahim di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota, Kamis (9/3/2023).
Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan tersebut mengatakan, Forum Perangkat Daerah diselenggarakan dalam rangka penyelarasan rancangan Renja Organisasi Perangkat Daerah dengan usulan program/kegiatan yang dihasilkan dari Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan, serta usulan pokir dan reses anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan untuk Penyusunan RKPD Kota Tidore Kepulauan Tahun 2024.
Agar tercipta sinkronisasi program/kegiatan antar pihak dalam upaya peningkatan kualitas kegiatan yang lebih baik berdasarkan fungsi pelayanan yang dilaksanakan oleh setiap perangkat daerah dengan mengakomodir keinginan masyarakat.
“Untuk itu, perlu saya tekankan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah agar menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin sebagai media konstruktif dan strategis dalam sistem perencanaan daerah dan dalam rangka peningkatan keberhasilan pembangunan Kota Tidore Kepulauan ke depan, terutama untuk kelanjutan dan kelangsungan pembangunan daerah sesuai dengan visi dan misi pembangunan Kota Tidore Kepulauan yang tertuang dalam RPJMD tahun 2021-2026,” tutur Ali Ibrahim.
Lebih lanjut, Ali Ibrahim mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah, salah satunya Tema RKPD tahun 2024 adalah “Pengembangan Infrastruktur Pusat Pertumbuhan Ekonomi Yang Mendukung Sektor Unggulan”, dengan berkomitmen bahwa semua rumusan dan keselarasan renja perangkat daerah dengan hasil Musrenbang Kelurahan dan Kecamatan serta pokir anggota DPRD dan dokumen perencanaan lainnya tidak keluar dari sasaran tema tersebut, dipertajam pada Musrenbang tingkat kota dan menyesuaikannya dengan visi dan misi pembangunan Kota Tidore Kepulauan tahun 2021-2026.
Selain itu, merujuk pada RKP 2024 yang pertama adalah pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, revitalisasi industri dan penguatan riset terapan, penguatan daya saing usaha, pembangunan rendah karbon dan transisi energi, percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas, percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara, dan pelaksanaan Pemilu 2024.

