DARUBA – Kapala Bidang Pengembangan dan Profesi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pulau Morotai, Basirun Umaternate, mengatakan tenaga guru tidak lagi masuk dalam usulan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pulau Morotai tahun 2021 khusus guru, kata dia, usulannya melalui Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Formasi ini nanti ada dua ada PNS umum ada P3K, cuma P3K Itu di usulkan hanya untuk guru. Formasi lainya masuk pada CPNS umum misalnya dokter, peratwat dan lainnya sama seperti yang kemarin saja. Hanya bedanya guru yang tidak lagi masuk dalam tes umum,” jelas Basirun saat dikonfirmasi wartawan baru baru ini.
Menurutnya, tes CPNS tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena guru tidak lagi masuk sebagai CPNS namun masuk sebagai P3K. Bahkan tenaga honorer guru yang diusulkan dalam P3K pun lebih banyak dibandingkan usulan tes CPNS umum.
“Yang diusulkan lebih banyak itu tenaga guru untuk tenaga P3K sesuai arahan Kementrian Pendidikan P3K guru tetap tes hanya saja tesnya pertama persyaratanya diprioritaskan lah, yang guru-guru honor yang sudah lama mengabdi, mereka itu yang nanti di prioritaskan. Karena pemerintah lihat selama ini guru honor sangat berjasa, kalu tarada mereka itu juga sapa mau mengajar di kampung-kampung,” katanya.
“Jadi P3K yang kita usulkan itu sebanyak 300 lebih, sebagaimana kebutuhan yang disampaikan Dinas Pendidikan. Untuk CPNS hanya 100 sekian yang kita usulkan,” tambah Basirung.
Dalam usulan P3K tahun ini, kata dia, Pemkab Pulau Morotai juga lebih mempertimbangkan putra/putri daerah terutama anak-anak yang kuliah di Unipas.
Sehingga ada formasi dari Kampus itu di usulkan juga. “Dengan mempertimbangkan pertimbangan anak-anak daerah terutama kampus yang ada ini, sehingga outputnya langsung di pakai oleh Pemkab, karena ada beberpa jurusan yang ada di Unipas itu di masukan,” tuntasnya. (fay)
