“Dan ini bapak ibu mengingatkan kepada kami bahwa mari torang saling berkomunikasi dengan baik, terutama kepada orang tua wali siswa,” tuturnya.
Sebagai kepala sekolah saya tidak pernah sedikitpun berpikiran yang negatif saya selalu berpikiran yang positif bahwa ini hal yang baik, kami berkomitmen mengelola bantuan sosial secara jujur terbuka dan sesuai ketentuan. “Kami juga terbuka untuk masukkan dan pengawasan dari semua pilihan demi kemajuan pendidikan di SMK Negeri 8 Halmahera Tengah,” ujarnya.
Dari hasil yang kami sampaikan juga nanti kami akan memperlihatkan laporan yang kami buat untuk diberikan kepada Dinas Pendidikan.
“Saya sampaikan bahwa ini ada kesalahpahaman, pada saat sosialisasi kami dari pihak sekolah mengundang orang tua untuk hadir untuk mendengarkan tahapan-tahapan dari penyaluran PIP, tetapi banyak orang tua siswa yang tidak sempat hadir,” terangnya.
“Nah dari ketidak kehadiran orang tua siswa inilah yang membuat kesalahpahaman tersebut bapak ibu sehingga ada bahasa-bahasa terkait dengan pemotongan padahal bapak ibu kami menyuruh siswa untuk mencairkan membawa kembali ke sekolah dan melakukan dokumentasi setelah itu diserahkan kembali ke siswa yang bersangkutan,” akunya.
Kesempatan itu juga, Kepsek memperlihatkan bukti dokumentasi penyerahan PIP kepada orang tua wali yang hadir dalam rapat.
“Jadi laporan dokumentasi itu diserahkan ke dinas pendidikan sehingga orang tua juga bisa paham bahwa oh ternyata yang di dokumentasikan itu laporannya seperti ini ya seperti itu,” tuturnya.