TIDORE – Mulutmu adalah harimaumu, demikian peribahasa klasik yang patut disematkan kepada Calon Walikota Tidore Kepulauan nomor urut 2, Syamsul Rizal Hasdi.
Bagaimana tidak, pernyataan Syamsul Rizal yang dianggap menghina warga sanger, saat melakukan silaturahmi di Kelurahan Mareku, Kecamatan Tidore Utara, pada tahun 2022 lalu, telah menuai luka yang cukup mendalam di hati warga Sanger yang tinggal di Desa Akekolano dan Desa Galala Kecamatan Oba Utara.
Untuk itu, menyambut hari pencoblosan pada tanggal 27 November 2024 mendatang, Warga Sanger berkomitmen menolak Syamsul Rizal sebagai pemimpin di Kota Tidore. Pasalnya, mereka tak ingin Kota tidore dipimpin oleh sosok yang telah menghina suku tertentu.
“Orang sanger punya harga diri, orang sanger bukan orang kotor sebagaimana yang dia bilang. Olehnya itu, pada tanggal 27 nanti, orang sanger tidak akan memilih orang itu (Samsul Rizal), karena dia bukan tipe pemimpin,” ungkap salah satu tokoh berdarah sanger, Abner Bermula, saat menyampaikan orasi politik di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Rabu, (16/10/24).
Abner yang dipercayakan sebagai salah satu pembicara dalam kampanye terbatas Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 1, Muhammad Sinen dan Ahmad Laiman alias MASI AMAN itu, menegaskan, kalau memilih pemimpin, sebaiknya pemimpin yang tidak sombong dan tidak menjelek-jelekkan orang lain.
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

